Sabtu, 30 Januari 2016

Silabus Teknik Mikroprosesor Kelas X

KOMPETENSI DASAR :

Download File Word DISINI

3.1.Memahami perkembanganrevolusi sirkuit terpadudan mikroprosesor (teknologi semikonduktor) = 4JP
4.1.Menjelaskan perkembangan mikroprosesor = 4JP
3.2. Menerapkan macam-macam komponen sistem mikroprosesor = 4JP
4.2. Melakukan eksperimen sistem mikroprosesor =  8JP
3.3. Menyajikan instruksi bahasa assembly mikroprosesor = 8JP
4.3.Menerapkan instruksi bahasa assembly. = 8JP
3.4 Mengkonsepkan algoritma dan diagram alir pemrograman = 4JP
4.4. Menerapkan algoritma pemrograman dan diagram alir pemrograman = 4JP
3.5. Menerapkan pemrograman input-output analog digital = 16JP
4.5. Membuat pemrogra-man mikro-prose sor input-output analog digital = 16JP


INDIKATOR :

3.1.1.    Menjelaskan perkembangan revolusi sirkuit terpadudan mikroprosesor (teknologi semikonduktor).
3.1.2.  Memahami perkembangan evolusi teknologi mikroprosesor
4.1.1.  Menjelaskan perkembangan mikroprosesor dan interprestasi data hasil pengukuran
4.1.2.  Menjelaskan perbedaan spesifikasi Mikroprosessor
3.2.1.  Memahami macam-macam komponen sistem mikroprosesor
3.2.2.  Merencanakan sistem mikroprosesor meliputi bus, memory map dan address decoder, memori, pheriperal input-output.
3.2.3.  Mendesain sirkuit diubah menjadi tata letak komponen
4.2.1.  Melakukan eksperimen sistem mikroprosesor dan interprestasi data hasil pengukuran
4.2.2.  Melakukan eksperimen sistem mikroprosesor meliputi bus, memory map dan adress decoder, memori, pheriperal input-output serta interprestasi data hasil pengukuran
4.2.3.  Membuat diagram rangkaian (sirkuit) menjadi tata letak komponen

3.3.1.  Memahami instruksi bahasa assembly.
3.3.2.    Memahami urutan penggunaan instruksi bahasa assembly.


4.3.1.  Melakukan eksperimen untuk membuktikan penggunaan masing-masing instruksi bahasa assembly.

4.3.2.     Melakukan eksperimen dengan menggunakan instruksi bahasa assembly dan mengaplikasikannya kedalam suatu kasus keteknikan.

3.4.1.  Memahami pengertian symbol-algoritma dan mengaplikasikan kedalam bentuk instruksi pemrograman
3.4.2.  Memahami diagram alir pemrograman
4.4.1.  Merencanakan (mengkonsepkan) algoritma dan mendiagramkan diagram alir secara manual
4.4.2.     Merencanakan (mengkonsepkan) algoritma dan mendiagramkan diagram alir  menggunakan bantuan perangkat lunak
3.5.1.  Memahami pemrograman input-output analog
3.5.2.  Memahami pemrograman input-output digital
4.5.1.  Membuat program input-output  analog  dengan menggunakan perangkat lunak dan interprestasi data hasil pemrograman
4.5.2.  Membuat program input-output  digital  dengan menggunakan perangkat lunak dan interprestasi data hasil pemrograman


MATERI POKOK :

3.1. 
•   Perkembanganrevolusi sirkuit terpadudan mikroprosesor (teknologi semikonduktor).
•   Perkembangan evolusi teknologi mikroprosesor

3.2.
•   Macam-macam komponen sistem mikroprosesor
•   Rencana sistem mikroprosesor meliputi bus, memory map dan address decoder, memori, pheriperal input-output.
•   Mendesain sirkuitdiubah menjaditata letak komponen

 3.3. 
   Instruksi bahasa assembly.

3.4.
•   Simbol symbol algoritma pemrograman
•   Pengertian diagram alir pemrograman

3.5.
•   Pemrograman input-output analog
•   Pemrograman input-output  digital


SUMBER BELAJAR :

·         Microprocessor ArchitectureFROM SIMPLE PIPELINES TO CHIPMULTIPROCESSORSJean-Loup Baer, 2010
·         Understanding 8085/8086 Microprocessor and Peripheral ICs Through Questions and Answers (Second Editions), S.K. Sen, 2010, Visit us at www.newagepublishers.com
·         Analog Interfacing to Embedded Microprocessor Systems, Stuart R. Ball, 2004
·         Microprocessor DesignA Practical Guide from Design Planningto Manufacturing, Grant McFarland, 2006 
·    Microprocessor Design Principles and Practices With VHDL, Enoch O. Hwang, 2004



Silabus Gambar Teknik Kelas XI

KOMPETENSI DASAR :

Download File Word DISINI

3.1     Menggunakan aturan tanda pemotongan dan letak hasil gambar potongan  sesuai konsep dan prosedur gambar potongan = 10JP
4.1     Menyajikan gambar potongan sesuai tanda pemotongan dan aturan tata letak hasil gambar potongan.

3.2     Memprediksi penerapan jenis gambar potongan berdasarkan jenis potongan sesuai aturan potongan dalam satu bidang, lebih dari satu bidang,  setengah, setempat, diputar, berurutan, dan potongan melintang = 20JP
4.2     Menalar penerapan jenis gambar potongan berdasarkan jenis potongan sesuai aturan potongan dalam satu bidang, lebih dari satu bidang,  setengah, setempat, diputar, berurutan, dan potongan melintang
3.3     Mengkonsep penyajian bidang benda yang tidak boleh dipotong sesuai prinsip gambar teknik = 10JP
4.3     Menyajikan bidang benda yang tidak boleh dipotong sesuai prinsip gambar teknik
3.4     Menggunakan aturan tanda ukuran dan peletakan ukuran gambar berdasarkan komponen garis ukuran, garis bantu ukuran, batas ukuran, angka dan simbol ukuran 10JP
4.4     Menyajikan  komponen garis ukuran, garis bantu ukuran, batas ukuran, angka dan simbol ukuran sesuai aturan tanda ukuran dan peletakan ukuran gambar teknik
3.5     Memprediksi dasar pembuatan ukuran sesuai bagian yang berfungsi dan pandangan utama gambar = 12JP
4.5     Menalar penerapan dasar pembuatan ukuran sesuai bagian yang berfungsi dan pandangan utama gambar teknik
3.6     Mengkonsep sistem pemberian ukuran berantai, sejajar, kombinasi, berimpit, koordinat, dan ukuran khusus  berdasarkan posisi, referensi dan kebutuhan ukuran langkah pengerjaan benda. = 14JP
4.6     Mengolah penerapan sistem pemberian ukuran berantai, sejajar, kombinasi, berimpit, koordinat, dan ukuran khusus  berdasarkan posisi, referensi dan kebutuhan ukuran langkah pengerjaan benda

MATERI AJAR :

3.1. Pengenalan tanda dan letak hasil gambar potongan
·      Garis potong
·      Panah arah pemotongan
·      Huruf atau simbol pemotongan
·      Gambar hasil potongan
·      Peletakan gambar hasil potongan proyeksi

3.2. Pengenalan dan penerapan jenis gambar potongan:
·      Potongan dalam satu bidang
·      Potongan lebih dari satu bidang
·      Potongan setengah
·      Potongan setempat
·      Potongan diputar
·      Potongan berurutan
·      Potongan melintang


3.3. Pengenalan dan penyajian bidang benda yang tidak boleh dipotong


3.4. Tanda ukuran dan aturan peletakan ukuran gambar:
·      Garis ukuran
·      Garis bantu ukuran
·      Batas ukuran
·      Angka dan simbol ukuran

3.5. Dasar pembuatan ukuran:
·      Bagian yang berfungsi
·      Pandangan utama gambar

3.6. Sistem pemberian ukuran:
·      Ukuran berantai
·      Ukuran sejajar
·      Ukuran kombinasi
·      Ukuran berimpit
·      Ukuran koordinat
·      Ukuran khusus


SUMBER BELAJAR :

·   Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H (1983), “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”,  PT. Pradnya Paramita, Jakarta
·   Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita, Jakarta
·   Tables for the electric trade (GTZ) GmbH,Eschborn Federal Republic of Germany
·   Dokumen gambar kerja yang sesuai
·  Buku referensi dan artikel yang sesuai

Jumat, 29 Januari 2016

Silabus Gambar Teknik Kelas X

Download File Word DISINI

KOMPETENSI DASAR :

3.1 Memilih peralatan dan kelengkapan gambar teknik berdasarkan fungsi dan cara penggunaan = 10JP
4.1 Menggunakan peralatan dan kelengkapan gambar teknik sesuai fungsi dan prosedur penggunaan =
3.2 Membedakan garis-garis gambar teknik berdasarkan bentuk dan fungsi garis = 8JP
4.2 Menyajikan garis-garis gambar teknik sesuai bentuk dan fungsi garis
3.3 Mengklarifikasi huruf, angka dan etiket gambar teknik sesuai prosedur dan aturan penerapan = 6JP
4.3 Merancang huruf, angka dan etiket gambar teknik sesuai prosedur dan aturan penerapan
3.4 Mengelompokkan gambar konstruksi geometris berdasarkan bentuk konstruksi sesuai prosedur = 16JP
4.4 Menyajikan gambar konstruksi geometris berdasarkan bentuk konstruksi sesuai prosedur
3.5 Mengintegrasikan persyaratan gambar proyeksi piktorial (3D) berdasarkan aturan gambar proyeksi = 16JP
4.5 Menyajikan gambar benda 3D secara gambar sketsa dan gambar rapi, sesuai aturan proyeksi piktorial
3.6 Mengintegrasikan persyaratan gambar proyeksi orthogonal (2D) berdasarkan aturan gambar proyeksi = 20JP
4.6 Menyajikan gambar benda 2D secara gambar sketsa dan gambar rapi, sesuai aturan proyeksi orthogonal



MATERI INTI :

3.1 Memilih peralatan dan kelengkapan gambar teknik berdasarkan fungsi dan cara penggunaan
Pengenalan dan penggunanaan peralatan serta kelengkapan gambar teknik:

· Penggaris

· Jangka

· Pensil

· Mal

· Penghapus
- Kertas

3.2 Membedakan garis-garis gambar teknik berdasarkan bentuk dan fungsi garis
Pengenalan bentuk dan fungsi garis gambar:

· Garis gambar (garis kontinyu tebal)

· Garis sumbu (garis bertitik tipis)

· Garis ukuran (garis kontinyu tipis)

· Garis potongan (garis bertitik tipis, ujung tebal atau garis tipis bebas)

· Garis bantu (garis kontinyu tipis)

· Garis arsiran (garis kontinyu tipis) Garis benda yang tertutup (garis putus-putus sedang)


3.3 Mengklarifikasi huruf, angka dan etiket gambar teknik sesuai prosedur dan aturan penerapan
Pengenalan aturan kelengkapan informasi gambar teknik:
· Huruf gambar

· Angka gambar

· Skala gambar

· Etiket gambar


3.4 Mengelompokkan gambar konstruksi geometris berdasarkan bentuk konstruksi sesuai prosedur

Gambar konstruksi geometris:

· Konstruksi garis

· Konstruksi sudut

· Konstruksi lingkaran

· Konstruksi garis singgung Konstruksi gambar bidang


3.5 Mengintegrasikan persyaratan gambar proyeksi piktorial (3D) berdasarkan aturan gambar proyeksi

Pengenalan jenis gambar proyeksi:

· Gambar piktorial

Cara dan penyajian gambar proyeksi piktorial:

· Isometric

· Dimetri

· Oblique/miring

· Perspektif

Pembuatan gambar proyeksi:

· Sketsa

· Menggunakan alat



3.6 Mengintegrasikan persyaratan gambar proyeksi orthogonal (2D) berdasarkan aturan gambar proyeksi
Pengenalan jenis gambar proyeksi:

· Gambar orthogonal

Cara dan penyajian gambar proyeksi orthogonal:

· Sudut pertama/Proyeksi Eropa

· Sudut ketiga/Proyeksi Amerika


Pembuatan gambar proyeksi:

· Sketsa

· Menggunakan alat



SUMBER BELAJAR :


3.1.

· Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H (1983), “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”, PT. Pradnya Paramita, Jakarta
· Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita, Jakarta
· Tablesfortheelectrictrade (GTZ) GmbH,Eschborn Federal Republic ofGermany
· Suparno (2008), “Teknik Gambar Bangunan untuk SMK Jilid 1”, Direktorat PSMK Buku referensi dan artikel yang sesuai


3.2.
· Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H (1983), “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”, PT. Pradnya Paramita, Jakarta
· Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita, Jakarta
· Tablesfortheelectrictrade (GTZ) GmbH,Eschborn Federal Republic ofGermany
· Suparno (2008), “Teknik Gambar Bangunan untuk SMK Jilid 1”, Direktorat PSMK
· Dokumen gambar kerja Buku referensi dan artikel yang sesuai


3.3.
· Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H (1983), “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”, PT. Pradnya Paramita, Jakarta
· Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita, Jakarta
· Tablesfortheelectrictrade (GTZ) GmbH,Eschborn Federal Republic ofGermany
· Suparno (2008), “Teknik Gambar Bangunan untuk SMK Jilid 1”, Direktorat PSMK
· Dokumen gambar kerja Buku referensi dan artikel yang sesuai


3.4.
· Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H (1983), “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”, PT. Pradnya Paramita, Jakarta
· Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita, Jakarta
· Tablesfortheelectrictrade (GTZ) GmbH,Eschborn Federal Republic ofGermany
- Suparno (2008), “Teknik Gambar Bangunan untuk SMK Jilid 1”, Direktorat PSMK Buku referensi dan artikel yang sesuai


3.5.
· Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H (1983), “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”, PT. Pradnya Paramita, Jakarta
· Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita, Jakarta
· Tablesfortheelectrictrade (GTZ) GmbH,Eschborn Federal Republic ofGermany
· Suparno (2008), “Teknik Gambar Bangunan untuk SMK Jilid 1”, Direktorat PSMK Buku referensi dan artikel yang sesuai


3.6.
· Sato G., Takeshi, N. Sugiharto H (1983), “Menggambar Mesin menurut Standar ISO”, PT. Pradnya Paramita, Jakarta
· Hantoro, Sirod dan Parjono. (2005), “Menggambar Mesin” Adicita, Jakarta
· Tablesfortheelectrictrade (GTZ) GmbH,Eschborn Federal Republic ofGermany
· Buku referensi dan artikel yang sesuai





Silabus Teknik Kerja Bengkel Kelas X

Download File Word DISINI

KOMPETENSI DASAR :

3.1 Memahami standar ukuran kertas, alat gambar, huruf dan garis
4.1. Mendefinisikani standar ukuran kertas, alat gambar, huruf dan garis
3.2 Memahami konstruksi dasar ilmu ukur
4.2. Menentukan konstruksi dasar ilmu ukur
3.3 Memahami gambar proyeksi, dan gambar potongan
4.3. Menggambar system gambar proyeksi dan gambar potongan
3.4 Memahami ukuran dan tanda pengerjaan (penitikan, penggoresan)
4.4. Menentukan ukuran dan tanda pengerjaan (penitikan, dan penggoresan) pada benda kerja
3.5 Memahami definisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berdasarkan OSHA
4.5. Memahami definisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berdasarkan OSHA
3.6 Memahami jenis-jenis pekerjaan bengkel
4.6. Menentukan jenis-jenis alat keselamatan kerja
3.7 Memahami jenis-jenis alat keselamatan kerja
4.7. Menentukan jenis-jenis pekerjaan bengkel
3.8 Memahami jenis-jenis fasilitas peralatan kerja bengkel
4.8. Menentukan jenis-jenis fasilitas peralatan kerja bengkel
3.9 Memahami cara pencegahan terhadap bahaya listrik
4.9. Menjelaskan jenis-jenis bahaya akibat listrik
3.10 Memahami cara membaca buku manual peralatan sesuai SOP
4.10. Menjelaskan cara pencegahan terhadap bahaya listrik
3.11 Memahami cara membaca poster K3
4.11. Menjelaskan cara membaca buku manual peralatan sesuai SOP
3.12 Memahami cara membaca diagram alur
4.12. Menjelaskan caramembaca poster K3, danmembaca diagram alur
3.13 Memahami teknik gambar papan rangkaian tercetak (PCB) lapis tunggal (single layer) secara manual berdasarkan diagramrangkaian
4.13. Membuat gambar papan rangkaian tercetak (PCB) lapis tunggal (single layer) secara manual berdasarkan diagram rangkaian
3.14 Memahami teknologi gambar papan rangkaian tercetak (PCB) lapis tunggal (single layer), ganda (double layer) dengan menggunakan software berdasarkan diagram rangkaian.
4.14. Membuat gambar papan rangkaian tercetak (PCB) lapis tunggal (single layer), ganda (double layer) dengan menggunakan software berdasarkan diagram rangkaian.
3.15 Memahami metode menggambar dari papan rangkaian tercetak (PCB) menjadi gambar diagram rangkaian (reverse engineering).
4.15. Menggambar rangkaian elektronik dari papan rangkaian tercetak (PCB) menjadi gambar diagram rangkaian (reverse engineering).
3.16 Menggambar macam-macam simbol katagori sumber tegangan, dan arus
4.16. Menggambar macam-macam simbol katagori sumber tegangan, dan arus
3.17 Menggambar macam-macam simbol katagori konektor, komponen masukan, keluaran, komponen analog dan digital, dan komponen rangkaian terpadu (IC).
4.17.Menggambar macam-macam simbol katagori konektor, komponen masukan, keluaran, komponen analog dan digital, dan komponen rangkaian terpadu (IC).
3.18. Menggambar teknologi gambar papan rangkaian tercetak (PCB)
4.18. Menggambar teknologi gambar papan rangkaian tercetak (PCB)


MATERI POKOK :

- Sistem pengelolaan alat & peralatan (Tool & Equipment management) dan kebutuhan bahan praktek sebagai Database Asset.
· Pengelompokan alat & peralatan bengkel.
· Klasifikasi alat &peralatan bengkel elektronika dalam sistem inventarisasi/pengarsipan.
· Sistem administrasi pemakaian dan perawatan alat & peralatan bengkel elektronika.
· Tabulasi sistem kartu pemakaian dan peminjaman alat & peralatan.
· Fungsi Check list pada sistem pemeliharaan asset secara berkala.
· Pengkodean barcode pada sistem pemakaian dan pemeliharaan alat & peralatan.
· Macam-macam tipe pengkode barcode 1D dan 2D pada sistem manajemen digital.
· Sistem pengkodean dan sistem pengarsipan menggunakan pengkode barcode untuk berbagai jenis peralatan berbeda menggunakan perangkat lunak/komputer
- Memahami fungsi Check list pada sistem pemeliharaan asset secara berkala .
· Sistem pengelolaan alat & peralatan dan kebutuhan bahan praktek (Database Asset).
· Sistem penyimpanan alat & peralatan bengkel elektronika dalam bentuk inventarisasi/pengarsipan - - - -Macam-macam simbol sumber tegangan, arus listrik
- Macam-macam simbol konektor, komponen masukan, keluaran
•Macam-macam simbol katagori komponen pasif, aktif, komponen analog semikonduktor (diode, transistor, LED, Zener dan Op-Amp), komponen digital (gerbang dasar, kombinasi, register, dan counter)
• Diagram rangkaian elektronika analog dan digital berdasarkan standar internasional
• Teknik gambar papan rangkaian tercetak (PCB) lapis tunggal (single layer) secara manual berdasarkan diagram rangkaian
• Teknologi gambar papan rangkaian tercetak (PCB) lapis tunggal (single layer), ganda (double layer) dengan menggunakan software berdasarkan diagram rangkaian.
- Metode menggambar dari papan rangkaian tercetak (PCB) menjadi gambar diagram rangkaian (reverse engineering).
• Undang-undang kesehatan dan keselamatan dalam menghindari risiko kecelakaan pada saat kerja praktik.
•Dasar peraturan tentang keselamatan kerja (state basic safety rules) menurut standar OSHA. •Jenis-jenis fasilitas peralatan kerja bengkel di bidang rekayasa elektronika sesuai standard operational prosedure.
- Klasifikasikan fasilitas peralatan kerja bengkel berdasarkan keselamatan dan kesehatan kerja.
•Penggunaan alat pelindung diri (APD) standar saat kerja praktik (Personal protective equipment-PPE).
•Jenis-jenis bahaya akibat tegangan sentuh/sengatan listrik.
•Sistem instalasi Ground Fault Circuit Interrupters dalam menghindari bahaya sengatan listrik.
- Efek sengatan/sentuhan arus listrik (the effects of electric current on the body) pada tubuh manusia.
• Gangguan busur api (Arc flash) sistem instalasi listrik. • Sistem proteksi akibat gangguan busur api sistem instalasi listrik (Arc-Fault Circuit Interrupters-AFCIs).
- Tanda-tanda (rambu-rambu) penting berkenaan dengan kesehatan dan keselamatan kerja disekitar tempat kerja.
- Panduan pelayanan kesehatan dan keselamatan di sekitar lingkungan tempat kerja • Penggunaan alat pemadam kebakaran jinjing berdasarkan standard operational prosedure.
- Informasi praktis tentang sifat-sifat sumber api kebakaran.
- Macam-macam klasifikasi serta penggunaan alat pemadam kebakaran jinjing.
- Kode warna untuk alat pemadam kebakaran
- Sistem pengendalian bahan berbahaya dan beracun limbah B3 berdasarkan peraturan dan undang-undang.
- Lembar data keamanan material kimia (Material Safety Data Sheet- MSDS).
- Sumber bahan berbahaya dan beracun B3.
- Identifikasi bahan kimia berbahaya dan beracun B3.
- Klasifikasi bahan kimia berbahaya dan beracun limbah kimia berdasarkan hazardous material identification system.
- Label kode warna dan angka berdasarkan standar NFPA.
- Penguraian bahan limbah yang masih mengandung unsur kimia berbahaya sebelum dibuang.
- Dasar-dasar teknik sambung, pembuatan rumah (cassing) dan teknik soldering desoldering di bidang rekayasa fabrikasi peralatan elektronika



ALOKASI WAKTU :

152 JP


SUMBER BELAJAR :
· Circuit Wizard Software

· Multisim Software

· Orcad Software Altium Software








Silabus Teknik Elektronika Dasar Kelas X


Download File Word DISINI

Kompetensi Dasar :

3.1. Memahami model atom bahan semikonduktor. = 6JP
4.1. Menginterprestasikan model atom bahan semikonduktor. = 4JP
3.2. Menerapkan dioda semikonduktor sebagai penyearah = 3JP
4.2. Menguji dioda semikonduktor sebagai penyearah = 3JP
3.3. Merencanakan dioda zener sebagai rangkaian penstabil tegangan = 3JP
4.3. Menguji dioda zener sebagai rangkaian penstabil tegangan = 4JP
3.4. Menerapkan dioda khusus seperti dioda LED, varaktor, Schottky, PIN, dan tunnel pada rangkaian elektronika = 3JP
4.4. Menguji dioda khusus seperti dioda LED, varaktor, Schottky, PIN, dan dioda tunnel pada rangkaian elektronika = 3JP
3.5. Memahami konsep dasarBipolar Junction Transistor (BJT) sebagai penguat dan pirnati saklar  = 6JP
4.5. Menguji Bipolar Junction Transistor (BJT) sebagai penguat dan pirnati saklar  = 8JP
3.6. Menentukan titik kerja (bias) DC transistor  = 3JP
4.6. Menguji kestabilan titik kerja (bias) DC transistor  = 6JP
3.7. Menerapkan transistor sebagai penguat sinyal kecil  = 4JP
4.7. Menguji transistor sebagai penguat sinyal kecil  = 8JP
3.8. Mendimensikan tanggapan frekuensi dan frekuensi batas penguat transistor  = 8JP
4.8. Mengukur tanggapan frekuensi dan frekuensi batas penguat transistor  = 8JP
3.9. Menerapkan bi-polar transistor sebagai penguat daya.  = 8JP
4.9. Menguji penguat daya transistor.  = 8JP
3.10. Menerapkan sistem konversi bilangan pada rangkaian logika  = 4JP
4.10. Mencontohkan sistem konversi bilangan pada rangkaian logika  = 4JP
3.11. Menerapkan aljabar Boolean pada gerbang logika digital.  = 4JP
4.11. Memadukan aljabar Boolean pada gerbang logika digital.  = 4JP
3.12. Menerapkanmacam-macam gerbang dasar rangkaian logika  = 4JP
4.12. Membangunmacam-macam gerbang dasar rangkaian logika  = 4JP
3.13. Menerapkan macam-macam rangkaian Flip-Flop.  = 4JP
4.13. Menguji macam-macam rangkaian Flip-Flop  = 8JP

Indikator :

3.1.1.     Memahami model atom semikonduktor
3.1.2.     Mendeskripsikan model atom semikonduktor.
3.1.3.     Mengkatagorikan macam-macam bahan semikonduktor berdasarkan data tabel periodik material.
3.1.4.     Mengklasifikasikan bahan pengotor (doped) semikonduktor berdasarkan data tabel periodik material
3.1.5.     Membedakan semikonduktor Tipe-P dan Tipe-N.
3.1.6.     Memahami proses pembentukan semikonduktor Tipe-PN.
3.1.7.   Memahami arah arus elektron dan arah arus lubang.

4.1.1.     Menerapkan model atom pada macam-macam material semikonduktor.
4.1.2.     Menerapkan macam-macam bahan semikonduktor sebagai bahan dasar komponen elektronik.
4.1.3.     Menggambarkan model atom Bohr bahan semikonduktor menurut data tabel periodik material.
4.1.4.     Membuat ilustrasi model atom Bohr untuk menjelaskan prinsip pengotoran semikonduktor menurut data tabel periodik material.
4.1.5.     Memodelkan arah arus elektron dan arah arus lubang (hole) semikonduktor tipe P dan N.
4.1.6.     Memodelkan proses pembentukan semikonduktor Tipe-PN.
4.1.7.   Mendemontrasikaan arah arus elektron dan arah arus lubang semikonduktor persambungan PN 

3.2.1.     Memahami susunan fisis dan iodeiode penyearah.
3.2.2.     Memahami prinsip kerja iode penyearah.
3.2.3.     Menginterprestasikan kurva arus-tegangan iode penyearah.
3.2.4.     Mendefinisikan parameter iode penyearah.
3.2.5.     Memodelkan komponen iode penyearah
3.2.6.     Menginterprestasikan lembar data (datasheet) iode penyearah.
3.2.7.     Merencana rangkaian penyearah setengah gelombang satu fasa.
3.2.8.     Merencana rangkaian penyearah gelombang penuh satu fasa.
3.2.9.     Merencana catu daya sederhana satu fasa (unregulated power supply).
3.2.10.   Merencana macam-macam rangkaian limiter dan clamper.
3.2.11. Merencana macam-macam rangkaian pelipat tegangan 

4.2.1.     Menggambarkansusunan fisis dan simbol dioda penyearah menurut standar DIN dan ANSI.
4.2.2.     Membuat model dioda untuk menjelaskan prinsip kerja dioda penyearah.
4.2.3.     Melakukan pengukuran kurva arus tegangan dioda penyearah.
4.2.4.     Membuat sebuah grafik untuk menampilkan hubungan arus tegangan dan menginterprestasikan parameter dioda penyearah
4.2.5.     Menggunakan datasheet untuk memodelkan dioda sebagai piranti non ideal.
4.2.6.     Menggunakan datasheet dioda sebagai dasar perencanaan rangkaian
4.2.7.     Melakukan eksperimen rangkaian penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh.
4.2.8.     Melakukan eksperimen rangkaian penyearah gelombang penuh satu fasa
4.2.9.     Membuat projek catu daya sederhana satu fasa, kemudian menerapkan pengujian dan pencarian kesalahan (unregulated power supply) menggunakan perangkat lunak.
4.2.10.   Melakukan eksperimen dioda sebagai rangkaian limiter dan clamper.
4.2.11. Melakukan ekperimen dioda sebagai rangkaian pelipat tegangan. 

3.3.1.     Memahami susunan fisis, simbol, karakteristik dan prinsip kerja zener dioda.
3.3.2.     Mendeskripsikan kurva arus-tegangan zener dioda.
3.3.3.     Memahami pentingnya tahanan dalam dinamis zener dioda untuk berbagai macam arus zener.
3.3.4.     Memahami hubungan tahanan dalam dioda zener dengan tegangan keluaran beban.
3.3.5.     Mendesain rangkaian penstabil tegangan paralel menggunakan dioda zener.
3.3.6.   Merencanakan dioda zener untuk keperluan tegangan referensi. 

4.3.1.     Menggambarkan susunan fisis dan memodelkan dioda zener
4.3.2.     Menggambarkan sebuah grafik untuk menampilkan hubungan arus tegangan dan menginterprestasikan parameter dioda zener untuk kebutuhan arus, tegangan dan daya berbeda.
4.3.3.     Menerapkan datasheet dioda zener untuk menentukan tahanan dalam dan dimensi tingkat kestabilan rangkaian.
4.3.4.     Menggunakan datasheet dioda zener untuk keperluan eksperimen.
4.3.5.     Melakukan eksperimen rangkaian penstabil tegangan menggunakan dioda zener dan menginterprestasikan data hasil pengukuran.
4.3.6.   Memilih dioda zener untuk keperluan rangkaian tegangan referensi. 

3.4.1.     Memahami susunan fisis, simbol, karakteristik dan prinsip kerja dioda khusus seperti dioda LED, varaktor, Schottky, PIN, dan tunnel.
3.4.2.   Menganalisis hasil eksperimen berdasarkan data dari hasil pengukuran 

4.4.1.     Menerapkan dioda khusus (LED, varaktor, Schottky, PIN, dan tunnel) pada rangkaian elektronika.
4.4.2.   Melakukan eksperimen dioda khusus seperti dioda LED, varaktor, Schottky, PIN, dan tunnel interprestasi data hasil pengukuran. 

3.5.1.     Memahami susunan fisis, simbol dan prinsip kerja transistor
3.5.2.     Menginterprestasikan karakteristik dan parameter transistor.
3.5.3.     Mengkatagorikan bipolar transistor sebagai penguat tunggal satu tingkat sinyal kecil.
3.5.4.     Mengkatagorikan bipolar transistor sebagai piranti saklar.
3.5.5.     Memahami susunan fisis, simbol dan prinsip kerja phototransistor
3.5.6.     Menginterprestasikan katagori (pengelompokan) transistor berdasarkan kemasan
3.5.7.   Memahami prinsip dasar metode pencarian kesalahan transistor sebagai penguat dan piranti saklar 

4.5.1.     Menggambarkan susunan fisis, simbol dan prinsip kerja berdasarkan arah arus transistor
4.5.2.     Melakukan eksperimen dan interprestasi data pengukuran untuk mendimensikan parameter transistor.
4.5.3.     Melakukan eksperimen bipolar transistor sebagai penguat tunggal satu tingkat sinyal kecil menggunakan perangkat lunak.
4.5.4.     Melakukan ekperimen bipolar transistor sebagai piranti saklar menggunakan perangkat lunak.
4.5.5.     Menggambarkan susunan fisis, simbol untuk menjelaskan prinsip kerja phototransistor berdasarkan arah arus.
4.5.6.     Membuat daftar katagori (pengelompokan) transistor berdasarkan kemasan atau tipe transistor
4.5.7.   Mencobadan menerapkan metode pencarian kesalahan pada rangkaian transistor sebagai penguat dan piranti saklar 

3.6.1.     Memahami penempatan titik kerja (bias) DC transistor
3.6.2.     Menerapkan teknik bias tegangan tetap (fix biased) rangkaian transistor
3.6.3.     Menerapkan teknik bias pembagi tegangan rangkaian transistor
3.6.4.     Menerapkan teknik bias umpan balik arus dan tegangan rangkaian transistor
3.6.5.   Memahami prinsip dasar metode pencarian kesalahan akibat pergeseran titik kerja DC transistor.

4.6.1.     Mendimensikan titik kerja (bias) DC transistor dan interprestasi data hasil eksperimen menggunakan perangkat lunak
4.6.2.     Melakukan ekspemen bias tegangan tetap (fix biased) rangkaian transistor dan interprestasi data hasil pengukuran
4.6.3.     Melakukan eksperimen bias pembagi tegangan rangkaian transistor dan interprestasi data hasil pengukuran
4.6.4.     Melakukan eksperimen bias umpan balik arus dan tegangan rangkaian transistor dan interprestasi data hasil pengukuran
4.6.5.   Mencoba dan menerapkan metode pencarian kesalahan akibat pergeseran titik kerja DC transistor. 

3.7.1.     Memahami konsep dasar transistor sebagai penguat komponen sinyal AC
3.7.2.     Menginterprestasikan model rangkaian pengganti transistor sebagai penguat komponen sinyal AC
3.7.3.     Menerapkan rangkaian penguat transistor emitor bersama (common-emitter transistor)
3.7.4.     Menerapkan rangkaian penguat transistor kolektor bersama (common-collector transistor)
3.7.5.     Menerapkan rangkaian penguat transistor basis bersama (common-base transistor)
3.7.6.     Menerapkan penguat bertingkat transistor sinyal kecil
3.7.7.     Menerapkan penguat diferensial transistor sinyal kecil
3.7.8.   Menerapkan metode pencarian kesalahan transistor sebagai penguat akibat pergeseran titik kerja DC transistor. 

4.7.1.     Membuat model transistor sebagai penguat komponen sinyal AC untuk operasi frekuensi rendah
4.7.2.     Mendimensikan parameter penguat menggunakan model rangkaian pengganti transistor sebagai penguat komponen sinyal AC
4.7.3.     Melakukan eksperimen rangkaian penguat transistor emitor bersama (common-emitter transistor)menggunakan perangkat lunak dan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran
4.7.4.     Melakukan eksperimen rangkaian penguat transistor kolektor bersama (common-collector transistor) menggunakan perangkat lunak dan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran
4.7.5.     Melakukan eksperimen rangkaian penguat transistor basis bersama (common-base transistor) menggunakan perangkat lunak dan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran
4.7.6.     Melakukan eksperimen penguat bertingkat transistor sinyal kecil menggunakan perangkat lunak dan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran
4.7.7.     Melakukan eksperimen penguat diferensial transistor sinyal kecil menggunakan perangkat lunak dan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran
4.7.8.   Mencoba dan menerapkan metode pencarian kesalahan transistor sebagai penguat akibat pergeseran titik kerja DC transistor. 

3.8.1.     Memahami prinsip dasar tanggapan frekuensi dan frekuensi batas penguat transistor.
3.8.2.     Mengkonversi satuan faktor penguatan (arus, tegangan, daya) kedalam satuan desibel.
3.8.3.     Mendimensikan tanggapan frekuensi penguat daerah frekuensi rendah.
3.8.4.     Mendimensikan tanggapan frekuensi penguat daerah frekuensi tinggi.
3.8.5.   Mendimensikan tanggapan frekuensi penguat daerah frekuensi rendah dan frekuensi tinggi (total). 

4.8.1.     Menggambarkan tanggapan frekuensi dan frekuensi batas penguat transistor menggunakan kertas semilog
4.8.2.     Mencontohkan satuan faktor penguatan (arus, tegangan, daya) dalam satuan desibel
4.8.3.     Melakukan eksperimen tanggapan frekuensi penguat daerah frekuensi rendah menggunakan perangkat lunak dan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran
4.8.4.     Melakukan eksperimen tanggapan frekuensi penguat daerah frekuensi tinggi menggunakan perangkat lunak dan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran
4.8.5.     Melakukan eksperimen tanggapan frekuensi penguat daerah frekuensi rendah dan frekuensi tinggi (total) menggunakan perangkat lunak dan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran
4.8.6.   Melakukan eksperimen tanggapan frekuensi penguat bertingkat transistor menggunakan perangkat lunak dan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran 

3.9.1.     Memahami konsep dasar dan klasifikasi penguat daya transistor
3.9.2.     Menerapkan rangkaian penguat daya transistor kelas A
3.9.3.     Menerapkan rangkaian penguat daya push-pull transistor kelas B dan kelas AB
3.9.4.     Menerapkan rangkaian penguat daya transistor kelas C
3.9.5.   Menerapkan metode pencarian kesalahan transistor sebagai penguat daya akibat pergeseran titik kerja DC transistor. 

4.9.1.     Memilih dan mengklasifikasikantransistor untuk keperluan penguat daya transistor
4.9.2.     Membangun dan melakukan eksperimen rangkaian penguat daya transistor kelas A menggunakan perangkat lunak dan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran
4.9.3.     Membangun dan melakukan eksperimen rangkaian penguat daya push-pull transistor kelas B dan kelas AB menggunakan perangkat lunak dan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran
4.9.4.     Membangun dan melakukan eksperimen rangkaian penguat daya transistor kelas C menggunakan perangkat lunak dan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran
4.9.5.   Mencoba dan menerapkan metode pencarian kesalahan transistor sebagai penguat daya akibat pergeseran titik kerja DC transistor. 

3.10.1.   Memahami sistem bilangan desimal, biner, oktal, dan heksadesimal.
3.10.2.   Memahami konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan biner.
3.10.3.   Memahami konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan oktal.
3.10.4.   Memahami konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan heksadesimal.
3.10.5.   Memahami konversi sistem bilangan biner ke sistem bilangan desimal.
3.10.6.   Memahami konversi sistem bilangan oktal ke sistem bilangan desimal.
3.10.7.   Memahami konversi sistem bilangan heksadesimal ke sistem bilangan desimal.
3.10.8. Memahami sistem bilangan pengkode biner (binary encoding) 

4.10.1.   Mencontohkansistem bilangan dan kode biner pada rangkaian elektronika digital.
4.10.2.   Mencontohkan konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan biner.
4.10.3.   Mencontohkan konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan oktal.
4.10.4.   Menggunakan konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan heksadesimal.
4.10.5.   Menggunakan konversi sistem bilangan biner ke sistem bilangan desimal.
4.10.6.   Menerapkan konversi sistem bilangan oktal ke sistem bilangan desimal.
4.10.7.   Menerapkan konversi sistem bilangan heksadesimal ke sistem bilangan desimal.
4.10.8. Menerapkan sistem bilangan pengkode biner (binary encoding) 

3.11.1.   Menjelaskan konsep dasar aljabar Boolean pada gerbang logika digital.
3.11.2.   Mentabulasikan dua elemen biner pada ystem penjumlahan aljabar Boolean.
3.11.3.   Mentabulasikan dua elemen biner pada ystem perkalian aljabar Boolean.
3.11.4.   Mentabulasikan dua elemen biner pada ystem inversi aljabar Boolean.
3.11.5. Menyederhanakan rangkaian gerbang logika digital dengan aljabar Boolean. 

4.11.1.   Menggambarkan beberapa simbol gerbang logika kedalam skema rangkaian digital.
4.11.2.   Menerapkan aljabar Boolean dan gerbang logika digital.
4.11.3.   Membuat ilustrasi diagram Venn sebagai bantuan dalam mengekspresikan variabel dari aljabar boolean secara visual.
4.11.4.   Menerapkan aljabar kedalam fungsi tabel biner.

3.12.1.   Memahami konsep dasar rangkaian logika digital.
3.12.2.   Memahami prinsip dasar gerbang logika AND, OR, NOT, NAND, NOR.
3.12.3.   Memahami prinsip dasar gerbang logika eksklusif OR dan NOR.
3.12.4.   Memahami penerapan Buffer pada rangkaian elektronika digital.
3.12.5. Memahami prinsip dasar metode pencarian kesalahan pada gerbang dasar rangkaian elektronika digital 

4.12.1.   Menggunakan rangkaian gerbang dasar logika digital.
4.12.2.   Melakukan eksperimen gerbang dasar logika AND, AND, OR, NOT, NAND, NOR menggunakan perangkat lunak dan melakukan pengukuran perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran.
4.12.3.   Melakukan eksperimen logika eksklusif OR dan NOR menggunakan perangkat lunak dan melakukan pengukuran perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran.
4.12.4.   Melakukan eksperimen rangkaian Buffer pada rangkaian elektronika digital menggunakan perangkat lunak dan melakukan pengujian perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran.
4.12.5. Mencoba dan menerapkan metode pencarian kesalahan pada rangkaian flip-flop elektronika digital

3.13.1.   Memahami prinsip dasar rangkaian Clocked S-R Flip-Flop.
3.13.2.   Memahami prinsip dasar rangkaian Clocked D Flip-Flop.
3.13.3.   Memahami prinsip dasar rangkaian J-K Flip-Flop.
3.13.4.   Memahami rangkaian Toggling Mode S-R dan D Flip-Flop.
3.13.5.   Memahami prinsip dasar rangkaian Triggering Flip-Flop.
3.13.6.   Menyimpulkan rangkaian Flip-Flop berdasarkan able eksitasi.
3.13.7. Memahami prinsip dasar metode pencarian kesalahan pada gerbang dasar rangkaian elektronika digital 

4.13.1.   Mendiagramkan rangkaian logika sekuensial pada rangkaian elektronika digital.
4.13.2.   Melakukan ekperimen rangkaian Clocked S-R Flip-Flop menggunakan perangkat lunak dan melakukan pengukuran perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran.
4.13.3.   Melakukan ekperimen rangkaian Clocked D Flip-Flop menggunakan perangkat lunak dan melakukan pengukuran perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran.
4.13.4.   Melakukan ekperimen rangkaian T Flip-Flop menggunakan perangkat lunak dan melakukan pengukuran perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran.
4.13.5.   Melakukan eksperimen rangkaian Toggling Mode S-R dan D Flip-Flop menggunakan perangkat lunak dan melakukan pengukuran perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran.
4.13.6.   Melakukan eksperimen rangkaian Triggering Flip-Flop menggunakan perangkat lunak dan melakukan pengukuran perangkat keras serta interprestasi data hasil pengukuran.
4.13.7. Mencoba dan menerapkan metode pencarian kesalahan pada gerbang dasar rangkaian elektronika digital 


MATERI POKOK :

3.1.      Memahami model atom bahan semikonduktor.
   Model atom semikonduktor
   Deskripsi model atom semikonduktor.
   Macam-macam bahan semikonduktor berdasarkan data tabel periodik material.
   Klasifikasi bahan pengotor (doped) semikonduktor berdasarkan data tabel periodik material
   Perbedaan semikonduktor Tipe-P dan Tipe-N.
   Proses pembentukan semikonduktor Tipe-PN.
           Arah arus elektron dan arah arus lubang. 

3.2. Menerapkan dioda semikonduktor sebagai penyearah
   Susunan fisis dan iodeiode penyearah.
   Prinsip kerja iode penyearah.
   Interprestasi kurva arus-tegangan iode penyearah.
   Definisi parameter iode penyearah.
   Memodelkan komponen iode penyearah
   Interprestasi lembar data (datasheet) iode penyearah.
   Merencana rangkaian penyearah setengah gelombang satu fasa.
   Perencanaan rangkaian penyearah gelombang penuh satu fasa.
   Perencanaan catu daya sederhana satu fasa (unregulated power supply).
   Perencanaan macam-macam rangkaian limiter dan clamper.
           Perencanaan macam-macam rangkaian pelipat tegangan 

3.3. Merencanakan dioda zener sebagai rangkaian penstabil tegangan 
   Susunan fisis, simbol, karakteristik dan prinsip kerja zener dioda.
   Deskripsi kurva arus-tegangan zener dioda.
   Pentingnya tahanan dalam dinamis zener dioda untuk berbagai macam arus zener.
   Hubungan tahanan dalam dioda zener dengan tegangan keluaran beban.
   Desain rangkaian penstabil tegangan paralel menggunakan dioda zener.
           Perencanaan dioda zener untuk keperluan tegangan referensi. 

3.4. Menerapkan dioda khusus seperti dioda LED, varaktor, Schottky, PIN, dan tunnel pada rangkaian elektronika 
   Susunan fisis, simbol, karakteristik dan prinsip kerja dioda khusus seperti dioda LED, varaktor, Schottky, PIN, dan tunnel.
           Analisis hasil eksperimen berdasarkan data dari hasil pengukuran 

3.5.      Memahami konsep dasarBipolar Junction Transistor (BJT) sebagai penguat dan piranti saklar 
   Susunan fisis, simbol dan prinsip kerja transistor
   Interprestasi karakteristik dan parameter transistor.
   Mengkatagorikan bipolar transistor sebagai penguat tunggal satu tingkat sinyal kecil.
   Mengkatagorikan bipolar transistor sebagai piranti saklar.
   Susunan fisis, simbol dan prinsip kerja phototransistor
   Interprestasi katagori (pengelompokan) transistor berdasarkan kemasan
           Prinsip dasar metode pencarian kesalahan transistor sebagai penguat dan piranti saklar 

3.6. Menentukan titik kerja (bias) DC transistor 
   Penempatan titik kerja (bias) DC transistor
   Penerapan teknik bias tegangan tetap (fix biased) rangkaian transistor
   Menerapkan teknik bias pembagi tegangan rangkaian transistor
   Menerapkan teknik bias umpan balik arus dan tegangan rangkaian transistor
           Prinsip dasar metode pencarian kesalahan akibat pergeseran titik kerja DC transistor. 

3.7. Menerapkan transistor sebagai penguat sinyal kecil 
   Konsep dasar transistor sebagai penguat komponen sinyal AC
   Interprestasi model rangkaian pengganti transistor sebagai penguat komponen sinyal AC
   Menerapkan rangkaian penguat transistor emitor bersama (common-emitter transistor)
   Menerapkan rangkaian penguat transistor kolektor bersama (common-collector transistor)
   Menerapkan rangkaian penguat transistor basis bersama (common-base transistor)
   Menerapkan penguat bertingkat transistor sinyal kecil
   Menerapkan penguat diferensial transistor sinyal kecil
           Menerapkan metode pencarian kesalahan transistor sebagai penguat akibat pergeseran titik kerja DC transistor. 

3.8. Mendimensikan tanggapan frekuensi dan frekuensi batas penguat transistor 
   Prinsip dasar tanggapan frekuensi dan frekuensi batas penguat transistor.
   Konversi satuan faktor penguatan (arus, tegangan, daya) kedalam satuan desibel.
   Mendimensikan tanggapan frekuensi penguat daerah frekuensi rendah.
   Mendimensikan tanggapan frekuensi penguat daerah frekuensi tinggi.
           Mendimensikan tanggapan frekuensi penguat daerah frekuensi rendah dan frekuensi tinggi (total). 

3.9. Menerapkan bi-polar transistor sebagai penguat daya. 
   Konsep dasar dan klasifikasi penguat daya transistor
   Menerapkan rangkaian penguat daya transistor kelas A
   Menerapkan rangkaian penguat daya push-pull transistor kelas B dan kelas AB
   Menerapkan rangkaian penguat daya transistor kelas C
           Menerapkan metode pencarian kesalahan transistor sebagai penguat daya akibat pergeseran titik kerja DC transistor. 

3.10. Menerapkan sistem konversi bilangan pada rangkaian logika 
   Sistem bilangan desimal, biner, oktal, dan heksadesimal.
   Konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan biner.
   Konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan oktal.
   Konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan heksadesimal.
   Konversi sistem bilangan biner ke sistem bilangan desimal.
   Konversi sistem bilangan oktal ke sistem bilangan desimal.
   Konversi sistem bilangan heksadesimal ke sistem bilangan desimal.
           Sistem bilangan pengkode biner (binary encoding

3.11. Menerapkan aljabar Boolean pada gerbang logika digital. 
   Konsep dasar aljabar Boolean pada gerbang logika digital.
   Tabulasi dua elemen biner pada ystem penjumlahan aljabar Boolean.
   Tabulasi dua elemen biner pada ystem perkalian aljabar Boolean.
   Tabulasi dua elemen biner pada ystem inversi aljabar Boolean.
           Penyederhanaan rangkaian gerbang logika digital dengan aljabar Boolean. 

3.12. Menerapkanmacam-macam gerbang dasar rangkaian logika 
   Konsep dasar rangkaian logika digital.
   Prinsip dasar gerbang logika AND, OR, NOT, NAND, NOR.
   Prinsip dasar gerbang logika eksklusif OR dan NOR.
   Penerapan Buffer pada rangkaian elektronika digital.
           Prinsip dasar metode pencarian kesalahan pada gerbang dasar rangkaian elektronika digital 

3.13. Menerapkan macam-macam rangkaian Flip-Flop. 
   Prinsip dasar rangkaian Clocked S-R Flip-Flop.
   Prinsip dasar rangkaian Clocked D Flip-Flop.
   Prinsip dasar rangkaian J-K Flip-Flop.
   Rangkaian Toggling Mode S-R dan D Flip-Flop.
   Prinsip dasar rangkaian Triggering Flip-Flop.
   Rangkaian Flip-Flop berdasarkan able eksitasi.
           Prinsip dasar metode pencarian kesalahan pada gerbang dasar rangkaian elektronika digital 

SUMBER BELAJAR :


·         Electronic devices : conventional current version, Thomas L. Floyd, 2012
·         Introduction to Electronics, Fifth Edition Earl D. Gates,2007
·         Electronic Circuits Fundamentals and Applications, Third Edition, Mike Tooley, 2006
·         Electronics Circuits and Systems, Owen Bishop, Fourth Edition, 2011
-   Planning and InstallingPhotovoltaic SystemsA guide for installers, architects and engineerssecond edition, Second Edition, Zrinski, 2008
·         Electronic devices : conventional current version, Thomas L. Floyd, 2012
·         Introduction to Electronics, Fifth Edition Earl D. Gates,2007
·         Electronic Circuits Fundamentals and Applications, Third Edition, Mike Tooley, 2006
·         Electronics Circuits and Systems, Owen Bishop, Fourth Edition, 2011
    Planning and InstallingPhotovoltaic SystemsA guide for installers, architects and engineerssecond edition, Second Edition, Zrinski, 2008