Sabtu, 20 Agustus 2016

Pengertian, Jenis, Dan Komponen Komunikasi Daring

Komunikasi Daring
Komunikasi Daring atau komunikasi dalam jaringan adalah cara berkomunikasi di mana penyampaian dan penerimaan pesan dilakukan dengan atau melalui jaringan Internet. Komunikasi yang terjadi di dunia semu tersebut lazim disebut komunikasi di dunia maya atau cyberspace.

Jenis-Jenis Komunikasi Daring
  • Komunikasi daring sinkron (serempak) Komunikasi daring serempak atau komunikasi daring sinkron adalah komunikasi menggunakan komputer sebagai media, yang terjadi secara serempak, waktu nyata (real time). Contoh komunikasi sinkron antara lain sebagai berikut : Google+ Hangouts,FaceTime dan Skype
  • Komunikasi daring asinkron (tak serempak) Komunikasi daring tak serempak atau asinkron adalah komunikasi menggunakan perangkat komputer dan dilakukan secara tunda. Contoh komunikasi daring asinkron adalah e-mail, forum, rekaman simulasi visual, serta membaca dan menulis dokumen daring melalui World Wide Web
Komponen Pendukung Komunikasi Daring
Terdapat beberapa komponen yang harus tersedia sebelum komunikasi daring dapat dilakukan. Komponen-komponen tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian sebagai berikut:
  • Komponen perangkat keras (hardware) Perangkat yang bentuknya dapat dilihat ataupun diraba oleh manusia secara langsung atau berbentuk nyata. Contoh dari perangkat keras yang diperlukan untuk melaksanakan komunikasi daring adalah komputer, headset, microphone, serta perangkat pendukung koneksi Internet.
  • Komponen perangkat lunak (software) Program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan yang dikehendaki. Program diperlukan sebagai penjembatan antara perangkat akal (brainware) dengan perangkat keras (hardware). Program-program yang biasa digunakan dalam pelaksanaan komunikasi daring antara lain: skype, google+ hangout, webconference, dll.
  • Komponen perangkat nalar atau akal (brainware) Termasuk dalam komponen ini adalah mereka (manusia) yang terlibat dalam penggunaan serta pengaturan perangkat lunak dan perangkat keras untuk melaksanakan komunikasi daring.

Keunggulan Komunikasi Daring
  1. Dapat dilakukan kapan saja di mana saja
  2. Efisiensi biaya
  3. Efisiensi waktu
  4. Terintegrasi dengan layanan TIK 
  5. Meningkatkan intensitas berkomunikasi
  6. Meningkatkan partisipasi
Kelemahan Komunikasi Daring
  1. Tidak mewakili emosi pengguna
  2. Memerlukan perangkat khusus
  3. Terlalu banyak informasi yang tidak penting
  4.  Menyita konsentrasi
Sejarah komunikasi dalam jaringan
    Sejarah Komunikasi Dalam Jaringan (Daring)
    Perkembangan pertama komunikasi daring dimulai pada tahun 1960-an, ketika peneliti Amerika mengembangkan protokol yang memungkinkan mengirim dan menerima informasi atau pesan melalui komputer (Hafner & Lyon, 1996). Protokol tersebut dinamakan ARPANET, yang diluncurkan pada tahun 1969, akhirnya berkembang menjadi Internet. Internet berasal dari interconnected networks yang disingkat menjadi Internetwork, atau Internet, yang digunakan oleh sekitar 200 juta orang di seluruh dunia pada pergantian millennium ke-3.

    Pada periode pertama, sejak pertengahan 1980-an para pendidik menemukan potensi media pendidikan untuk pengajaran bahasa (Cummins, 1986). Integrasi komunikasi yang dimediasi komputer di dalam kelas itu sendiri dibagi menjadi dua,yaitu :
    1. Beberapa pendidik mulai menggunakan e-mail untuk mengatur pertukaran informasi jarak jauh,
    2. Pendidik mulai menggunakan program perangkat lunak sinkron (Daedalus Interchange. Daedalus Inc, 1989) untuk memungkinkan percakapan komputer antar kelas.
    Komunikasi daring menjadi mungkin dalam dunia pendidikan pertama kali pada tahun 1980-an, setelah pengembangan dan penyebaran komputer pribadi atau PC(personal computer). Latar belakang komunikasi daring dalam pembelajaran dan penelitian dapat dibagi menjadi dua periode yang berbeda, yaitu :  
    1. ditandai oleh pengenalan komputer sebagai media pendidikan pada tahun 1980- an 
    2. munculnya world wide web pada pertengahan 1990-an.
    SUMBER : http://www.ariqblog.com/2014/11/pengertian-dan-jenis-jenis-komunikasi.html

    Komunikasi Dalam Jaringan ( Daring Online )

    A.     Pengertian Komunikasi
    Komunikasi adalah penyampaian informasi yang berupa pesan, ide ataupun gagasan dari satu pihak ke pihak yang lainnya, dimana kedua pihak itu saling mengerti dengan apa yang dibicarakan. Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal, tapi pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang komunikasi dalam jaringan.

    B.     Jenis – Jenis Komunikasi

    1.)    Komunikasi Lisan
    Komunikasi lisan adalah komunikasi yang dilakukan secara langsung dan tidak ada jarak dan peralatan yang membatasi.

    2.)    Komunikasi Tulisan
    Komunikasi tulisan adalah komunikasi yang dilakukan secara tidak langsung atau menggunakan media perantara. Komunikasi tulisan dapat berupa surat, SMS, e-mail dan lain sebagainya.

    C.     Pengertian Komunikasi Daring

    Istilah komunikasi dalam jaringan mengacu pada membaca, menulis, dan berkomunikasi melalui/menggunakan jaringan komputer. Komunikasi dalam jaringan adalah komunikasi yang cara penyampaian dan penerimaan pesan dilakukan dengan jaringan internet.
    Komunikasi dalam jaringan pertama dimulai tahun 1960, di sebuah universitas di Hawaii yang memiliki daerah yang luas dan berkeinginan untuk menghubungkan komputer - komputer yang tersebar di kampus tersebut. Kemudian Universitas of Hawaii mengembangkan teknologi Ethernet (perangkat komunikasi pada komputer) dengan nama “ALOHA”. Di dalam Ethernet tersebut ditanam sebuah software yang didalamnya terdapat sebuah protocol yang pada saat itu disebut dengan nama ARPANET, yang diluncurkan tahun 1969. ARPANET untuk saat ini sudah berkembang menjadi nama internet yang berasal dari interconnected network. Penggunaan komunikasi dalam jaringan dalam dunia pendidikan pertama kali tahun 1980-an ditandai dengan pengenalan komputer sebagai media pendidikan dan pertengahan tahun 1990 dengan munculnya word wide web.

    D.     Fungsi dan Jenis Daring

      Jenis – Jenis Daring           :
    1.)    Komunikasi dalam jaringan sinkron
    Komunikasi dalam jaringan secara real time menggunakan komputer sebagai media, disebut dengan komunikasi dalam jaringan serempak/sinkron. Contoh komunikasi sinkron misalkan aplikasi chat (yahoo messenger, google talk, MIRc dll), video chat (skype, line, facetime, google+ hangout, dll).
    2.)    Komunikasi dalam jaringan asinkron
    Komunikasi dalam jaringan secara tunda menggunakan komputer sebagai media, disebut dengan komunikasi dalam jaringan tak serempak/asinkron. Contoh komunikasi asinkron misalnya aplikasi e-mail, video streaming, dll).

      Fungsi Daring        :
    1.      Memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar secara efisien, ekonomis dan tanpa kesalahan.
    2.      Memudahkan komunikasi jarak jauh tanpa perlu bertemu langsung.
    3.      Mempersingkat waktu dalam komunikasi
    4.      Mempermudah berkomunikasi dengan banyak orang.

    E.      Komponen – Komponen Pendukung Daring
    Terdapat beberapa komponen yang harus tersedia untuk melakukan komunikasi dalam jaringan. Komponen – komponen tersebut dikelompokkan menjadi 3 bagian sebagai berikut            :

    1.      Perangkat Keras (Hardware)
    Perangkat keras adalah perangkat yang bentuknya dapat dilihat dan dapat kita raba secara langsung. Contoh dari perangkat keras yang diperlukan untuk melaksanakan komunikasi dalam jaringan adalah            :
    ü  Komputer
    ü  Headset
    ü  Microphone
    ü  Webcam
    ü  Perangkat pendukung koneksi internet, contoh : modem, wifi dan lain sebagainya

    2.      Perangkat Lunak (Software)
      Software adalah perangkat perantara antara perangkat keras (Hardware) dengan perangkat  pengguna (Brainware). Perangkat lunak yang biasa digunakan untuk daring antara lain
    ü  Browser
    ü  Skype
    ü  Yahoo! Messenger

    3.      Perangkat Pengguna (Brainware)
    Brainware atau perangkat pengguna adalah manusia yang terlibat dalam penggunaan serta pengaturan komunikasi dalam jaringan.

    Selasa, 16 Agustus 2016

    Belajar Mengenal dan Menggunakan AVO Meter




    Hy frend's, Pada tutorial hari ini saya ingin membahas lebih lengkap mengenai Cara Mudah Untuk Membaca Alat Ukur Listrik Multimeter / Avometer Analog.

    Kali ini saya mencoba membuat tutorialnya dalam bahasa yang lebih singkat dan sederhana sehingga saya berharap dapat lebih mudah untuk di pahami.
    Sebelum masuk lebih jauh mengenai cara mengukur besaran listrik seperti Tegangan (Volt), Arus (Ampere), dan Tahanan (Ohm) ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu Multimeter atau Avometer.

    Yang dimaksud Multimeter atau Avometer adalah Alat ukur Listrik yang memungkinkan kita untuk mengukur besarnya Besaran listrik yang ada pada suatu rangkaian baik itu Tegangan, Arus, maupun Nilai Hambatan/Tahanan. AVOmeter adalah singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter, jadi hanya terdapat 3 komponen yang bisa diukur dengan AVOmeter sedangkan Multimeter , dikatakan multi sebab memiliki banyak besaran yang bisa di ukur, misalnya Ampere, Volt, Ohm, Frekuensi, Konektivitas Rangkaian (putus ato tidak), Nilai Kapasitif, dan lain sebagainya. Terdapat 2 (dua) jenis Multimeter yaitu Analog dan Digital, yang Digital sangat mudah pembacaannya disebabkan karena Multimeter digital telah menggunakan angka digital sehingga begitu melakukan pengukuran Listrik, Nilai yang diinginkan dapat langsung terbaca asalkan sesuai atau Benar cara pemasangan alat ukurnya.

    Mari mengenal bagian-bagian Multimeter atau Avometer agar lebih memudahkan dalam memahami tulisan selanjutnya:


    Bagian-Bagian Multimeter

    Saya akan berikan sedikit penjelasan mengenai gambar di atas. Yang perlu untuk di perhatikan adalah :

    SEKRUP PENGATUR JARUM
    Sekrup ini dapat di putar dengan Obeng atau plat kecil, Sekrup ini berfungsi mengatur Jarum agar kembali atau tepat pada posisi 0 (NOL), terkadang jarum tidak pada posisi NOL yang dapat membuat kesalahan pada pengukuran, Posisikan menjadi NOL sebelum digunakan.
    TOMBOL PENGATUR NOL OHM. Tombol ini hampir sama dengan Sekrup pengatur jarum, hanya saja bedanya yaitu Tombol ini digunakan untuk membuat jarum menunjukkan angka NOL pada saat Saklar pemilih di posisikan menunjuk SKALA OHM. Saat saklar pemilih pada posisi Ohm biasanya pilih x1 pada skala Ohm kemudian Hubungkan kedua ujung TERMINAL (Ujung terminal Merah bertemu dengan Ujung terminal Hitam) dan Lihat pada Layar penunjuk, Jarum akan bergerak ke KANAN (Disitu terdapat angka NOL (0), Putar tombol pengatur Nol Ohm sampai jarum menunjukkan angka NOL). Proses ini dinamakan KALIBRASI OhmMeter. Hal ini Muthlak dilakukan sebelum melakukan pengukuran tahanan (OHM) suatu komponen atau suatu rangkaian.
    SAKLAR PEMILIH. Saklar ini harus di posisikan sesuai dengan apa yang ingin di UKUR, misalnya bila ingin mengukur tegangan AC maka atur/putar saklar hingga menyentuh skala AC yang pada alat ukur tertulis ACV, Begitu pula saat mengukur tegangan DC, cari yang tertulis DCV, begitu seterusnya. Jangan Salah memilih Skala Pengukuran.
    Pada setiap bagian SKALA PENGUKURAN yang dipilih dengan Saklar Pemilih, terdapat Nilai-nilai yang tertera pada alat ukur, Misalnya Pada Skala Tegangan AC (tertulis ACV pada alat ukur) tertera skala 10, 50, 250, dan 750 begitu pula pada Skala Tegangan DC (tertulis DCV pada alat ukur) tertera skala 0.1 , 0.25 , 2.5 , 10 , dst. Apa maksud Skala ini?? Dan Bagaimana Memilihnya??
    Pedoman Memilih SKALA Pengukuran:
    Skala tersebut adalah skala yang akan digunakan untuk membaca hasil pengukuran, Semua skala dapat digunakan untuk membaca, Hanya saja tidak semua skala dapat memberikan atau memperlihatkan nilai yang diinginkan, misalnya kita mempunyai Baterai 9 Volt DC, kemudian kita mengatur SAKLAR PEMILIH untuk Memilih SKALA TEGANGAN DC pada posisi 2,5 dan menghubungkan TERMINAL Merah dengan positif (+) baterai dan Hitam dengan Negatif (-) baterai. Apa yang akan terjadi?? Jarum akan bergerak ke Ujung Kanan dan tidak menunjukkan angka 9Volt, Mengapa Demikian?? Sebab NILAI MAKSIMAL yang dapat diukur bila kita memposisikan Saklar Pemilih pada skala 2.5 adalah hanya 2.5 Volt saja, sehingga untuk mengukur Nilai 9Volt maka saklar harus di putar menuju Skala yang LEBIH BESAR sari NILAI Tegangan yang di Ukur, jadi Putar pada Posisi 10 dan Alat ukur akan menunjukkan nilai yang diinginkan.Penjelasan Lebih Lengkap Mengenai MEMBACA ALAT UKUR akan di Bahas selanjutnya pada tutorial ini.


    ALAT UKUR LISTRIK HARUS DIPASANG DENGAN BENAR, Mengapa saya katakan Demikian??

    Untuk melakukan suatu pengukuran listrik, Posisi alat ukur pada rangkaian juga Mesti dan Hal wajib yang harus di perhatikan agar pembacaan alat ukur tidak salah. Pemasangan Alat ukur yang salah /Tidak benar memberikan hasil pengukuran yang TIDAK BENAR dan bukan kurang tepat, jadi ini sangat perlu di perhatikan. Mari kita melihat posisi alat ukur yang benar:

    Posisi alat ukur saat mengukur TEGANGAN (Voltage)

    Pada saat mengukur tegangan baik itu teggangan AC maupun DC, maka Alat ukur mesti di pasang Paralel terhadap rangkaian. Maksud paralel adalah kedua terminal pengukur ( Umumnya berwarna Merah untuk positif (+) dan Hitam untuk Negatif (-) harus membentuk suatu titik percabangan dan bukan berjejer (seri) terhadap beban. Pemasangan yang benar dapat dilihat pada gambar berikut:

    Memasang Multimeter Paralel

    Posisi alat ukur saat mengukur ARUS (Ampere)

    Untuk melakukan pengukuran ARUS yang mesti diperhatikan yaitu Posisi terminal harus dalam kondisi berderetan dengan Beban, Sehingga untuk melakukan pengukuran arus maka rangkaian mesti di Buka / diputus / Open circuit dan kemudian menghubungkan terminal alat ukur pada titik yang telah terputus tersebut. Pemasanngan yang benar dapat dilihat pada gambar:

    Memasang Multimeter SERI

    Posisi alat ukur saat mengukur Hambatan (Ohm)
    Yang mesti diketahui saat pngukuran tahanan ialah JANGAN PERNAH MENGUKUR NILAI TAHANAN SUATU KOMPONEN SAAT TERHUBUNG DENGAN SUMBER. Ini akan merusak alat ukur. Pengukurannya sangat mudah yaitu tinggal mengatur saklar pemilih ke posisi Skala OHM dan kemudian menghubungkan terminal ke kedua sisi komponen (Resistor) yang akan di ukur.

    Memasang Multimeter untuk mengukur tahanan

    Kali ini saya tidak akan membahas mengenai mengapa alat ukur di pasang paralel saat mngukur tegangan dan Seri pada saat mengukur Arus, sebab itu lebih kompleks kecuali ada yang membutuhkannya. Hal ini erat kaitannya dengan Rangkaian dalam suatu alat ukur.

    Setelah mengetahui Cara mengatur Saklat Pemilih yang Benar, Mengetahui Jenis Skala yang akan digunakan, dan Cara pemasangan alat ukur yang benar, maka tiba saatnya kita melakukan Pengukuran Besaran Listrik.
    MENGUKUR TEGANGAN LISTRIK (VOLT / VOLTAGE) DC
    Yang perlu di Siapkan dan Perhatikan:

    Pastikan alat ukur tidak rusak secara Fisik (tidak peccah).

    Atur Sekrup pengatur Jarum agar jarum menunjukkan Angka NOL (0), bila menurut anda angka yang ditunjuk sudah NOL maka tidak perlu dilakukan Pengaturan Sekrup.
    Lakukan Kalibrasi alat ukur (Telah saya bahas diatas pada point 2 mengenai Tombol Pengatur Nol OHM). Posisikan Saklar Pemilih pada SKALA OHM pada x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k selanjutnya tempelkan ujung kabel Terminal negatif (hitam) dan positif (merah). Nolkan jarum AVO tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan Tombol pengatur Nol Ohm.
    Setelah Kalibrasi Atur SAKLAR PEMILIH pada posisi Skala Tegangan yang anda ingin ukur, ACV untuk tegangan AC (bolak balik) dan DCV untuk tegangan DC (Searah).
    Posisikan SKALA PENGUKURAN pada nilai yang paling besar terlebih dahulu seperti 1000 atau 750 jika anda TIDAK TAHU berapa nilai tegangan maksimal yang mengalir pada rangkaian.
    Pasangkan alat ukur PARALEL terhadap beban/ sumber/komponen yang akan di ukur.
    Baca Alat ukur.

    Cara Membaca Nilai Tegangan yang terukur:

    Misalkan Nilai tegangan yang akan diukur adalah 15 VOLT DC (Belum kita ketahui sebelumnya, itulah saya katakan Misalnya).
    Kemudian Kita memposisikan saklar pemilih pada posisi DCV dan memilih skala paling besar yang tertera yaitu 1000. Nilai 1000 artinya Nilai tegangan yang akan diukur bisa mencapai 1000Volt.
    Saat memperhatikan Alat ukur maka Dalam Layar penunjuk jarum tidak terdapat skala terbesar 1000 yang ada hanya 0-10, 0-50, dan 0-250. Maka Untuk memudahkan membaca perhatikan skala 0-10 saja.
    Skala penunjukan 0-10 berarti saat jarum penunjuk tepat berada pada angka 10 artinya nilai tegangan yang terukur adalah 1000 Volt, jika yang di tunjuk jarum adalah angka 5 maka nilai tegangan sebenarnya yang terukur adalah 500 Volt, begitu seterusnya.
    Kembali Pada Kasus no. 1 dimana nilai tegangan yang akan diukur adalah hanya 15 Volt sementara kita menempatkan saklar pemilih pada Posisi 1000, maka jarum pada alat ukur hanya akan bergerak sedikit sekali sehingga sulit bagi kita untuk memperkirakan berapa nilai tegangan sebenarnya yang terukur. Untuk itu Pindahkan Saklar Pemilih ke Nilai Skala yang dapat membuat Jarum bergerak lebih banyak agar nilai pengukuran lebih akurat.
    Misalkan kita menggeser saklar pemilih ke Posisi 10 pada skala DCV. Yang terjadi adalah, jarum akan bergerak dengan cepat ke paling ujung kanan. Hal ini disebabkan nilai tegangan yang akan di ukur LEBIH BESAR dari nilai Skala maksimal yang dipilih. Jika Hal ini di biarkan terus menerus maka alat ukur DAPAT RUSAK, Jika jarum alat ukur bergerak sangat cepat ke kanan, segera pisahkan alat ukur dari rangkaian dan ganti Skala SAKLAR PEMILIH ke posisi yang lebih Besar. Saat saklar Pemilih diletakkan pada angka 10 maka yang di perhatikan dalam layar penunjukan jarum adalah range skala 0-10, dan BUKAN 0-50 atau 0-250.

    Multimeter Over, Awas Rusak


     Telah saya jelaskan bahwa saat memilih skala 10 untuk mengukur nilai tegangan yang lebih besar dari 10 maka nilai tegangan sebenarnya tidak akan terukur / diketahui. Solusinya adalah Saklar Pemilih di posisikan pada skala yang lebih besar dari 10 yaitu 50. Saat memilih Skala 50 pada skala tegangan DC (tertera DCV), maka dalam Layar Penunjukan Jarum yang mesti di perhatikan adalah range skala 0-50 dan BUKAN lagi 0-10 ataupun 0-250.
    Saat Saklar pemilih berada pada posisi 50 maka Jarum Penunjuk akan bergerak Tepat di tengah antara Nilai 10 dan 20 pada range skala 0-50 yang artinya Nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur bernilai 15 Volt.
    Perhatikan gambar berikut:

    Nilai tegangan Terlihat Benar
    Untuk mengetahui berapa nilai tegangan yang terukur dapat pula menggunakan RUMUS:



    Jadi misalnya, tegangan yang akan di ukur 15 Volt maka:
    Tegangan Terukur = (50 / 50) x 15
    Nilai Tegangan Terukur = 15

    Berikut saya akan berikan Contoh agar kita lebih mudah dalam memahaminya:
    Contoh I.
    Saat melakukan pengukuran ternyata Jarum Alat Ukur berada pada posisi seperti yang terlihat pada gambar:

    Berapakah Nilai tegangan DCV yang terukur saat Saklar Pemilih berada pada Posisi:

    2.5
    10
    50
    1000

    Jawab:

    Skala saklar pemilih = 2.5
    Skala terbesar yang dipilih = 250
    Nilai yang ditunjuk jarum = 110 (perhatikan skala 0-250)
    Maka nilai Tegangan yang terukur adalah:
    Teg VDC = (2.5/250)x 110 = 1.1 Volt
    Skala saklar pemilih = 10
    Skala terbesar yang dipilih = 10
    Nilai yang ditunjuk jarum = 4.4 (perhatikan skala 0-10)
    Maka nilai Tegangan yang terukur adalah:
    Teg VDC = (10/10)x 4.4 = 4.4 Volt
    Skala saklar pemilih = 50
    Skala terbesar yang dipilih = 50
    Nilai yang ditunjuk jarum = 22 (perhatikan skala 0-50)
    Maka nilai Tegangan yang terukur adalah:
    Teg VDC = (50/50)x 22 = 22 Volt
    Skala saklar pemilih = 1000
    Skala terbesar yang dipilih = 10
    Nilai yang ditunjuk jarum = 4.4 (perhatikan skala 0-10)
    Maka nilai Tegangan yang terukur adalah:
    Teg VDC = (1000/10)x 4.4 = 440 Volt

    MENGUKUR TEGANGAN LISTRIK (VOLT / VOLTAGE) AC

    Untuk mengukur Nilai tegangan AC anda hanya perlu memperhatikan Posisi Sakelar Pemilih berada pada SKALA TEGANGAN AC (Tertera ACV) dan kemudian memperhatikan Baris skala yang berwarna Merah pada Layar Penunjuk Jarum.
    Selebihnya sama dengan melakukan pengukuran Tegangan DC di atas.


    MENGUKUR ARUS LISTRIK (Ampere) DC
    Yang perlu di Siapkan dan Perhatikan:

    Pastikan alat ukur tidak rusak secara Fisik (tidak peccah).
    Atur Sekrup pengatur Jarum agar jarum menunjukkan Angka NOL (0)
    Lakukan Kalibrasi alat ukur
    Atur SAKLAR PEMILIH pada posisi Skala Arus DCA
    Pilih SKALA PENGUKURAN yang diinginkan seperti 50 Mikro, 2.5m , 25m , atau 0.25A.
    Pasangkan alat ukur SERI terhadap beban/ sumber/komponen yang akan di ukur.
    Baca Alat ukur (Pembacaan Alat ukur sama dengan Pembacaan Tegangan DC diatas)

    MENGUKUR NILAI TAHANAN / RESISTANSI RESISTOR (OHM)
    Yang perlu di Siapkan dan Perhatikan:

    Pastikan alat ukur tidak rusak secara Fisik (tidak peccah).
    Atur Sekrup pengatur Jarum agar jarum menunjukkan Angka NOL (0), bila menurut anda angka yang ditunjuk sudah NOL maka tidak perlu dilakukan Pengaturan Sekrup.
    Lakukan Kalibrasi alat ukur (Telah saya bahas diatas pada point 2 mengenai Tombol Pengatur Nol OHM). Posisikan Saklar Pemilih pada SKALA OHM pada x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k selanjutnya tempelkan ujung kabel Terminal negatif (hitam) dan positif (merah). Nolkan jarum AVO tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan Tombol pengatur Nol Ohm.
    Setelah Kalibrasi Atur SAKLAR PEMILIH pada posisi Skala OHM yang diinginkan yaitu pada x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k, Maksud tanda x (kali /perkalian) disini adalah setiap nilai yang terukur atau yang terbaca pada alat ukur nntinya akan di KALI kan dengan nilai Skala OHM yang dipilih oleh saklar Pemilih.
    Pasangkan alat ukur pada komponen yang akan di Ukur. (INGAT JANGAN PASANG ALAT UKUR OHM SAAT KOMPONEN MASIH BERTEGANGAN)
    Baca Alat ukur.

    Cara membaca OHM METER

    Untuk membaca nilai Tahanan yang terukur pada alat ukur Ohmmeter sangatlah mudah.
    Anda hanya perlu memperhatikan berapa nilai yang di tunjukkan oleh Jarum Penunjuk dan kemudian mengalikan dengan nilai perkalian Skala yang di pilih dengan sakelar pemilih.
    Misalkan Jarum menunjukkan angka 20 sementara skala pengali yang anda pilih sebelumnya dengan sakelar pemilih adalah x100, maka nilai tahanan tersebut adalah 2000 ohm atau setara dengan 2 Kohm.

    Misalkan pada gambar berikut terbaca nilai tahanan suatu Resistor:

    Kemudian saklar pemilih menunjukkan perkalian skala yaitu x 10k maka nilai resistansi tahanan / resistor tersebut adalah:
    Nilai yang di tunjuk jarum = 26
    Skala pengali = 10 k
    Maka nilai resitansinya = 26 x 10 k
    = 260 k = 260.000 Ohm.
    Itulah tutorial mengenai cara membaca ALAT UKUT LISTRIK MULTIMETER atau OHMMETER. Semoga Informasi ini dapat berguna bagi anda dan dapat memberikan anda kemudahan dalam membaca suatu alat ukut.\

    Sabtu, 13 Agustus 2016

    Contoh Proposal Pembuatan "Speaker Aktif Sederhana"

    Proposal Pembuatan "Speaker Aktif Sederhana"

    I.  LATAR BELAKANG
    Saat ini sarana elektronika banyak dipakai dibidang sarana telekomunikasi dan entertainment. Melesatnya perkembangan teknologi elektronika saat ini dapat kita amati dari peningkatan kebutuhan masyarakat akan peralatan elektronik. Dapat terlihat dari maraknya barang elektronik yang mendukung perkembangan dibidang tersebut. Pengambilan tema tentang speaker aktif ini berdasarkan dari analisa pembelian barang dan kebutuhan barang elektronik oleh masyarakat.
    Dilihat lebih jauh perkembangan barang elektronika yang banyak dicari dan diminati oleh masyarakat antara lain maraknya berbagai jenis VCD player yang beredar saat ini yang mempunyai variasi harga yang beragam. Tetapi amatlah disayangkan karena bagian audio yang dihasilkan tidak dapat memberikan suatu nilai kenyamanan dari si pemilik, karena kebanyakan audio yang dihasilkan merupakan keluaran (output) dari suara televisi yang dimiliki. Oleh karena itu dalam topik tugas kali ini akan difokuskan ke arah pembuatan speaker aktif.

    II.  TUJUAN
    Untuk memenuhi tugas akhir elektronika 1, dan syarat agar mendapatkan nilai yang memuaskan dalam mata kuliah elektronika 1, serta dapat mengikuti Ulangan Akhir Semester.

     III.  TEORI UTAMA
    Speaker merupakan alat yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Jika kita memainkan musik, maka akan ada suara yang keluar dari speaker. Akan lebih asyik lagi jika kita mencoba untuk membuat rangkaian speaker itu. Biaya yang dikeluarkan sangatlah murah. Bisa juga dibawa kemana-mana alias portable dengan menggunakan catu daya baterei. Pertama kali, kita harus tahu seperti apakah bentuk dari speaker itu, saya yakin semuanya pasti sudah tahu. Speaker terdiri dari berbagai bentuk dan spesifikasi. Rating dari speaker berupa daya maksimum dan impedansi. Sumber suara ( walkman / handphone ) bisa saja langsung disambungkan ke speaker tanpa rangkaian tambahan lagi. Seperti earphone yang kita pakai, tetapi konsekuensinya terhadap keras lemahnya suara yang dihasilkan. Telah kita ketahui bahwa suara yang dihasilkan dari earphone sangatlah kecil sekali sehingga harus diletakkan di telinga agar kita dapat mendengarnya. Bagaimana jika kita ingin mendengar suara yang dihasilkan oleh speaker tanpa perlu meletakkan di telinga alias suara yang dihasilkan keras.

     IV.   TEORI PENDUKUNG
    Penguat operasi (operational amplifier = op amp) adalah penguat yang dapat menanggapi dan memperkuat sinyal input dc maupun ac. Disebut penguat operasi (operational amplifier) karena penguat ini mula-mula digunakan untuk melaksanakan operasioperasi matematika dalam komputer analog seperti perkalian pembagian, penjumlahan, pengurangan, diferensial, dan integral.
    Dilihat dari luar penguat operasi tampak seperti alat tunggal, tetapi sebenarnya didalamnya terdiri atas beberapa penguat yang dihubungkan berderet.

    V.  ALAT DAN BAHAN

    P1 = 100 KA
    P2 = P4 = 5 K
    P3 = 1 K
    R1 = 47 K
    R2 = R3 = 47 K
    R4 = 22 K
    R5 = 18 K
    R6 = 1 Ω 5 W
    R7 = R8 = 47 K
    R9 = 10 K
    R10 = 220 K
    R11 = 100 K
    R12 = 1 K
    R13 = 68 K
    R14 = 33 K
    R15 = 15 K
    R16 = 1 K
    R17 = 68 K
    C1 = 100 nF
    C2 = 68 nF
    C3 = 180 nF
    C4 = 68 nF
    C5 = 470 nF
    C6 = 1 uF 25 V
    Q1 = Q2 = BC 107 = BC108 = BC109
    A1 – A4 = TL074 = TL075

    Travo 12 V
    Saklar LED
    2 Speaker
    Papan PCB
    Kaleng
    Mur
    Gunting
    Lakban
    Konektor
    Kabel
      VI.  GAMBAR RANGKAIAN







    VII.  LANGKAH KERJA

    1. Pertama-tama kita persiapkan terlebih dahulu semua peralatan yang dibutuhkan
    Siapkan PCB terlebih dahulu.
    2. Setelah PCB terbentuk kita  mulai memasang satu persatu komponen yang ada dimulai dari komponen yang berbentuk kecil dan tergolong komponen yang tidak aktif setelah itu baru memasang komponen yang aktif seperti sumber daya yaitu travo.
    3. Setelah semua komponen terpasang periksa kembali rangkaian sesuai dengan skema rangkaian
    4. Setelah itu pasang speaker dan masukan ke dalam wadah yang disediakan




    VIII.  CARA KERJA
    Sinyal umpan balik yang diberikan diambil dari sinyal akustik yang dikeluarkan oleh loudspeaker dan diubah kembali menjadi sinyal elektrik. Karena sinyal akustik ini sefasa dengan sinyal input bagi penguat, maka diperlukan rangkaian filter dan komparator untuk menjaga supaya efek umpan balik positif hanya bekerja pada rentang frekuensi tertentu yang dalam hal ini adalah rentang frekuensi rendah.
    Penguat audio (audio amplifier) yang digunakan dipilih yang tanpa menggunakan pengatur nada (tone control). Pada waktu menggunakan rangkaian tanpa umpan balik akustik, frekuensi masukan dari sumber mengalami penguatan yang sama sepanjang rentang frekuensi audio.

    IX.  KESIMPULAN
    Rangkaian Speaker Stereo ini merupakan sarana penunjang dalam kehidupan sehari-hari, yang berfungsi menghasilkan output dalam bentuk suara/audio. Alat ini akan  bekerja dengan  membawa sinyal elektrik dan mengubahnya kembali menjadi vibrasi-vibrasi fisik untuk menghasilkan gelombang-gelombang suara.
    Rangkaian sederhana ini menggunakan sumber tegangan listrik berupa travo 12 Volt. Rangkaian speaker stereo ini tidak terlalu sulit untuk dirangkai sendiri, sehingga memudahkan para mahasiswa yang ingin memiliki speaker stereo dalam harga yang relatif murah.  

    Sumber : http://www.dendicious.com/2013/07/kumpulan-proposal-proyek-elektronika.html