Rabu, 10 Mei 2017

PENUNJUKAN UKURAN

Kali ini saya ingin menyampaikan materi tentang Penunjukkan ukuran: Materi ini merupakan sub materi dari Gambar teknik Mesin

Penunjukkan ukuran Merupakan syarat penting untuk melengkapi gambar Teknik yaitu :
  • Mencatat/menulis semua ukuran yang diperlukan untuk membuat potongan benda kerja.
  • Jangan menulis nilai ukur terlalu banyak, yang tidak perlu atau tidak masuk akal.
  • Cara penulisan ukuran yang benar.
Dalam penunjukan ukuran perlu diperhatikan :
  • Bentuk-bentuk pokok
  • Bagaimana kita mengukur ukuran saat mengerjakan dengan mesin atau perkakas lain.
Menetapkan ukuran yang perlu

Prinsip – Prinsip

  1. Ukuran yang dibuat harus jelas, sederhana dan mudah dibaca.
  2. Penunjukan ukuran harus diletakan pada pandangan depan (pandang utama) suatu benda dan menyatakan semua bagian dari suatu konstruksi benda.
  3. Jika memungkinkan, semua ukuran diletakan di luar garis benda.
  4. Functional Dimentions (F) /ukuran yang berfungsi : yaitu ukuran yang mempunyai fungsi untuk pertimbangan pemasangan (assembly)
  5. Non-Functionals (NF) : yaitu ukuran yang tidak mempunyai fungsi dalam pemasangan (assembly)
Auxilary Dimentions (Aux) : yaitu ukuran bantu yang diberikan tanpa toleransi, hanya sebagai informasi.
















Aturan dasar pemberian ukuran :

  • Bentuk Ukuran
Proses definisi suatu ukuran, lokasi dan komponen geometris pada gambar teknik atau gambar lainnya.

  • Terdapat 2 type bentuk ukuran yang dipergunakan :
1.Dimensi Ukuran Ukuran dari komponen geometris dari suatu bagian (Diameter silinder atau lebar sebuah lingkaran/lobang).  
2.Dimensi Lokasi Penempatan semua komponen geometris yang mempunyai hubungan satu sama lainnya (jarak antara bagian tepi dan pusat suatu    lingkaran/lobang.



Pembuatan Penunjukkan Ukuran




Keterangan :

a.Kelebihan garis batas ukuran + 1 – 2 mm
b.Ekor panah + 2 mm
c.Tinggi angka ukuran + 3,5 mm
d.Jarak angka ukuran dari garis ukuran + 1 mm
e.Jarak garis ukuran terhadap garis benda + 10 mm
f.Jarak antara tiap-tiap garis ukuran + 10 mm (Bila ruang gambar tidak  memungkinkan dapat dikurangi, asal serasi)
g.Ukuran yang tidak mungkin dibuat anak panah dapat diganti dengan titik atau garis miring.

Letak Ukuran

Semua angka ukuran harus diletakkan diatas garis ukuran/penunjukkan.

–    Ukuran horisontal terletak diatas garis ukuran

–    Ukuran vertikal terletak disebelah kiri garis ukuran (caranya dengan memutar kertas gambar 900 searah jarum jam)



  • Angka-angka ukur yang tidak horisontal atau vertikal, harus ditulis sesuai garis ukurnya
  • Penulisan ukuran sudut ditulis sesuai garis busurnya

Garis Bantu, Tanda Panah, Huruf/Angka

Garis bantu –> Garis tipis
–    Gambar kepala panah digambar pada garis pembantu dan besarnya    disesuaikan dengan tebal garis benda
–    Angka/Huruf ukuran diletakkan ditengah-tengah garis penunjukkan ukuran, besarnya disesuaikan dengan gambar benda.
–    Jika mungkin, garis penunjukkan ukuran jangan sampai memotong garis bantu
–    Ukuran lebih panjang diletakkan semakin menjauhi gambar benda


Ukuran Pembantu

Hanya sekedar membantu untuk lebih menjelaskan ukuran yang berfungsi, tanpa ukuran inipun, pembuatan benda sudah dapat dilaksanakan, oleh karena itu ukuran ini “tidak harus” dibuat. Bila diberikan, penulisannya harus didalam “Tanda Kurung“.



Penambahan Huruf dan Simbol




Keterangan :
  1. Simbol Ø = Penampang bagian berbentuk bulat
  2. Simbol p = Penampang bagian berbentuk bujursangkar (bila bentuk penampang sudah jelas bulat/bujursangkar maka simbol Ø dan p tidak boleh digambar
Jarak Lingkaran

Penunjukkan ukuran jarak lingkaran ditentukan dari titik pusat lingkaran, bukan dari sisi lingkaran.





Radius dan Diameter Bola



Tali Busur, Busur dan Sudut



Sudut



Benda Simetris

  • Penunjukkan benda simetris dengan menambahkan tanda simetris
  • Ukuran dari bagian benda yang simetris digambar dengan garis sumbu yang sama


Susunan Ukuran

  1. Ukuran Paralel
    Cara pemberian ukuran ini, yang lebih dipentingkan adalah ukuran-ukuran untuk tiap elemen terhadap suatu garis referensi atau titik dasar



  1. Ukuran Berantai
    Cara pemberian ukuran ini dipakai bila jarak antara setiap elemen harus lebih diperhatikan.



  1. Ukuran Kombinasi
    Mengingat berbagai variasi kepentingan, maka pada prakteknya cara inilah yang paling banyak dipergunakan.



Akhirnya mudah-mudahan sedikit materi mengenai Penunjukkan ukuran ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua Amin…..SALAM SMK BISA!!

Sumber : BLOG AGUSNI

Rabu, 19 April 2017

Jenis pengukuran dalam Gambar Teknik




PRINSIP PEMBERIAN UKURAN GAMBAR TEKNIK

Pada prinsipnya cara pemberian ukuran ada tiga macam yaitu :
1.  Penunjukan ukuran berantai atau seri.
Cara ini biasanya untuk benda kerja yang tidak memerlukan ketelitian yang tinggi, berarti toleransinya besar.  Ukuran berantai yaitu masing-masing ukuran berfungsi.   Sering juga pengganti ukuran berantai dipakai ukuran ordinat.


2.  Penunjukan ukuran Paralel atau Bertingkat.
Ukuran paralel yaitu ukuran-ukuran yang seluruhnya diambil dari sebuah basis. Cara ini biasanya untuk memberikan ukuran pada benda-benda yang teliti toleransi ukuran dapat dicantumkan pada pemberian ukuran, dimulai dari daerah basis ukuran.

3.  Penunjukan Ukuran Gabungan Seri dan Paralel.
Cara ini banyak dipakai karena memberikan tampilan gambar  yang lebih baik, lebih efektif dan efisien.


Pada prinsipnya cara pemberian ukuran ada tiga macam yaitu :
1.  Penunjukan ukuran berantai atau seri: yaitu pemberian ukuran dimana masing-masing ukuran berfungsi.
2.  Penunjukan ukuran Paralel atau Bertingkat, yaitu ukuran-ukuran yang   seluruhnya diambil dari sebuah basis.
3.  Penunjukan Ukuran Gabungan Seri dan Paralel.   Cara ini banyak dipakai karena memberikan tampilan gambar yang lebih baik, lebih efektif dan efisien.

Contoh pemberian Ukuran
Berilah ukuran-ukuran gambar dibawah ini !

Kunci Jawaban



No comments:





Kamis, 13 April 2017

VIDEO TUTORIAL MERAKIT POWER AMPLIFIER 150Watt


Video membuat power supply menggunakan Proteus


Materi Komdat Semester Genap

Tugas Makalah Komunikasi Data dan Interface Semester Genap

1. Kelompok 1 : Industrial Protocols
- ASCII-base protocols
- ASCII- based protocols ANSI-X3.28-2,5-A4
- Modbus protocol
- Allen Bradley data
- MAP/TOP protocols
2. Kelompok 2 : Definisi dan fungsi interface
- Command Line Interface (CLI)
- Graphical User Interface (GUI)
- (Head Up Display System, Tangible User Interface, Computer Vision, Browsing Audio Data, Speech, Speech Synthesis)
3. Kelompok 3 : Histori interface komputer
- Interface USB
- Perbedaan antara USB 1.0 Dengan USB 2.0
- Menghubungkan banyak device secara simultan
- Interface firewire
- Kelebihan firewire
- Interface SCSI
- Interface HDMI (High-Definition Multimedia Interface)
4. Kelompok 4 : Macam-macam dan Alamat port interface komputer
- Port Serial
- Port Paralel
- Pengalamatan Port Parallel
- Port SCSI
- Port Vga
- Port Keyboard Mouse/PS2
- Port USB
- Port HDMI
- Port Audio
- Port LAN/ Port network (RJ-45)
- Port Infra Merah
5. Kelompok 5 : Sistem interface untuk hardware keperluan input sensor
- Sensor suhu
- Sensor cahaya
- Sensor proximity
- Sensor rotary encoder
- Sensor kecepatan putaran motor
6. Kelompok 6 : Pengenalan Human Interface Device (HID) dan/ Human Machine Interface (HMI) pada peralatan kontrol
- Power PC
- PLC
- System DCS dan SCADA

Jumat, 10 Februari 2017