Rabu, 12 Oktober 2016

POTONGAN (IRISAN) & ARSIRAN

POTONGAN
‘Untuk menggambarkan bagian-bagian benda yang berongga di dalamnya diperlukan garis gores,yang menyatakan bagian-bagian benda yang tersembunyi. Akan tetapi, jika hal ini dilakukan akan dihasilkan gambar yang rumit dan sulit dimengerti. Pada Gambar 1 (a) memperlihatkan sebuah benda dengan bagian yang tidak kelihatan. Bagian ini dapat dinyatakan dengan garis gores. Jika benda ini dipotong, makabentuk dalamnya akan lebih jelas lagi. Gambar 1 (b) memperlihatkan cara memotongnya, dan Gambar 1 (c) sisa bagian benda setelah bagian yang menupupi disingkirkan. gambar sisa ini diproyeksikan ke bidang potong, dan hasilnya disebut potongan (Gambar 1 (d)). Gambar diselesaikan dengan garis tebal. Dari uraian Gambar 1 diatas dapat dinyatakan bahwa fungsi gambar potongan adalah untuk menggambar benda yang berongga dalam menggambar teknik.
1
PENYAJIAN POTONGAN
Pada umum bidang potong dibuat melalui sumbu dasar (Gambar 10.1), dan potongannya disebut potongan utama. Jika perlu, maka bidang potong dapat dibuat di luar sumbu dasar. Dalam hal ini potongannya harus diberi tanda, dan arah penglihatannya dinyatakan dengananak panah, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2. Peraturan-peraturan umum yang berlaku untuk gambar-gambar proyeksi, berlaku juga untuk gambar potongan.
2
LETAK POTONGAN DAN GARIS POTONG
Jika letak bidang potong sudah tampak jelas pada gambar, tidak diperlukan penjelasanlebih lanjut (Gambar 3). Jika letak bidang potong tidak jelas, atau ada beberapa bidang potong, maka bidang potongnya harus diterangkan dalam gambar. Pada gambar proyeksi bidang potong dinyatakan oleh sebuah garis potong, yang digambar dengan garis sumbu dan pada ujung-ujungnya dipertebal, dan pada tempat-tempat di mana garis potongnya berubah arah. Pada ujung-ujung garis potong diberi tanda dengan huruf besar, dan diberi anak panah yang menunjukkan arah penglihatan (Gambar 4).
3
4
CARA-CARA MEMBUAT POTONGAN
Selanjutnya akan diuraikan mengenai cara-cara membuat potongan. Cara-cara membuat potongan pada benda adalah:
1. Potongan dalam satu bidang
— Jika bidang potong melalui garis sumbu dasar, pada umumnya garis potongannya dan tanda-tandanya tidak perlu dijelaskan pada gambar. Jika diperlukan potongan yang tidak melalui sumbu dasar, letak bidang potongnya harus dijelaskan pada garis potongnya.
2. Potongan oleh lebih dari satu bidang
Potongan Meloncat. Untuk menyederhanakan gambar dan penghematan waktu, potongan-potongan dalam beberapa bidang sejajar dapat disatukan. Pada Gambar 10.5 diperlihatkan sebuah benda yang dipotong menurut garis potong A-A. Potongan oleh dua bidang berpotongan. Bagian-bagian simetris dapat digambar pada dua bidang potong yang saling berpotongan. Satu bidng potongmerupakan potongan utama, sedangkan bidang yang lain menyudut dengan bindang pertama. Proyeksi pada bidang terakhir ini, setelah diselesaikan menurut aturan-aturan yang berlaku, diputar sehingga berhimpit pada bidang proyeksi pertama. Gambar 5 menunjukkan bagaimana caranya membuat gambar potongan demikian. Potongan pada bidang berdampingan.Potongan pada pipa (Gambar 5) dapat dibuat dengan bidang-bidang yang berdampingan melalui garis sumbunya. Potongan setempat dan potongan penuh.Gambar potongan setempat digunakan untuk menggambar benda kerja yang dipergunakan dari bagian kecil dari benda yang tersembunyi. Untuk mendapatkan gambar yang tersembunyi dapat juga dilakukan dengan penggambaran penuh, seperti terlihat pada Gambar 5 (a), (b), dan (c). Pada Gambar 6 diperlihatkan gambar potongan setempat yang dilakukan pada bagian-bagian yang tidak boleh dipotong.
5
6
POTONGAN SEPARUH
Bagian-bagian simetris dapat digambar setengahnya sebagai gambar potongan dan setengahnya lagi sebagai pandangan (7). Dalam gambar ini garis-garis yang tersembunyi tidak perlu digambar dengan garis gores lagi, karena sudah jelas potongannya.
7
POTONGAN YANG DIPUTAR DITEMPAT ATAU DIPINDAHKAN
Benda-benda tertentu seperti ruji-ruji roda, tuas,pelek, rusu penguat atau kati dapat digambar dengan pandangan setempat. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 8. Gambar-gambar seperti tersebutdiatas, untuk bagian-bagian tertentu dapat digambar potongan setempat. Atau setelah gambar potongannya diputar, maka gambar tersebut dapat dipindahkan ke tempat lain. Contoh kasus tersebut dapat dilihat pada Gambar 8a. Perbedaan antara Gambar 8b dan 8c adalah pada gambar yang pertama digambar dengan garis tipis, sedangkan untuk gambar yang kedua digambar dengan garis tebal biasa.
8

BAGIAN BENDA ATAU BENDA YANG TIDAK BOLEH DIPOTONG
Bagian-bagian benda seperti rusuk penguat tidak boleh dipotong dalam arah memanjang. Begitu pulabenda-benda seperti baut, paku keling, pasak, poros dsb tidak boleh dipotong dalam arah memanjang. Gambar 9 memperlihatkan sebuahbenda yang dipotong, tetapi terdapat beberapa bagian benda, yaitu sirip, poros, pasak, baut dsb. yang tidak boleh dipotong.
9

ARSIR
GARIS-GARIS ARSIR
Untuk membedakan gambar potongan dari gambar pandangan, dipergunakan arsir, yaitu garis-garis tipis miring.
Kemiringan garis arsir adalah 45 ° terhadap garis sumbu, atau terhadap garis gambar, seperti ditunjukan pada Gb. 1. Jarak garis-garis arsir disesuaikan dengan besarnya gambar. Bagian-bagian potongan yang terpisah diarsir dengan sudut yang sama.
Arsiran dari bagian-bagian yang berdampingan harus dibedakan sudutnya, agar jelas perbedaannya, seperti terlihat pada Gb. 2.
10
Penampang-penampang yang luas dapat diarsir secara terbatas, yaitu hanya pada kelilingnya saja, dapat dilihat pada Gb. 3.
Potongan-potongan sejajar dari benda yang sama, yang terdapat pada potongan meloncat diarsir serupa, tetapi dapat juga digeser jika dipandang perlu, lihat Gb. 4.
11
Garis-garis arsir dapat dihilangkan untuk menulis huruf atau angka, jika hal ini tidak dapat dilakukan di luar daerah arsir (Gb. 5).
12
Jika garis arsir yang digambar dengan sudut 45° dengan garis datar akan sejajar atau tegak lurus terhadap garis gambar yang tampak, sudutnya harus diubah menjadi 30°, 60°, atau dengan sudut lainnya (Gbr. 8).
13
Ukuran harus dibuat di luar luasan yang dipotong, tetapi jika hal ini tidak dapat dihindari, garis arsir harus dihilangkan di tempat pencantuman angka ukuran tersebut (lihat Gbr. 9).
Garis arsir dapat ditarik berdekatan dengan batas luasan potongan (garis gambar potongan), asalkan kejelasan tidak dikorbankan.
14
Luasan yang berarsir selalu dibatasi seluruhnya oleh garis tepi yang tampak, tidak pemah dibatasi oleh garis tak tampak, seperti pada Gb. 10, karena dalam setiap hal permukaan yang dipotong dan garis-garis batasnya akan selalu tampak. Juga, garis tampak tidak dapat memotong luasan yang berarsir.
Pada pandangan potongan suatu benda, tersendiri atau rakitan, garis-garis arsir pada luasan yang dipotong harus sejajar, tidak seperti yang ditunjukkan pada Gb. 10. f. Penggunaan garis arsir dalam arah yang berlawanan merupakan pertanda bagian yang berbeda, seperti ketika dua elemen mesin atau lebih bersebelahan dalam gambar rakitan.
15
Referensi
www.scribd.com/doc/26553452/Gambar-Potongan-Section
www.ie-trunojoyo.com

6 Peralatan untuk menggambar teknik beserta fungsinya


Alat-alat untuk menggambar  mesin terdiri dari kertas gambar, pensil gambar, kotak jangka, penggaris-T, sepasang segitiga, sepasang mal lengkung, mal bentuk, mistar skala, busur drajat, penghapus, pelindung penghapus, pita gambar, mesin gambar dan alas gambar.




1. Kertas gambar,
terbagi tiga jenis yaitu kertas gambar putih, kalkir, dan film
  1. Kertas gambar untuk tata letak, untuk gambar tata letak dengan pensil diperlukan kertas putih biasa, kertas sketsa atau kertas milimeter yang bermutu baik dan dapat mudah dihapus.
  2. Kertas gambar untuk gambar asli (kalkir), karena gambar cetakan biru atau cetak kontak (contact print) dibuat langsung dari gambar tersebut. untuk gambar pensil  dipergunakan kertas kalkir kasar, sedangkan untuk gambar tinta dipergunkan kertas kalkir mengkilap. Mutu kertas yang dikehendaki adalah tahan lama dan tahan lembab, mudah untuk gambar pensil maupun tinta, dan mudah dicetak kembali.
  3. Film gambar, film dibuat dari polyester atau cellulose triacetate, dan dipergunakan untuk gambar yang teliti, dimana keawetanya sangat diperluka, serta tidak boleh memuai maupun menyusut.
Berikut ini tabel lambang dan ukuran kertas gambar

2. Pensil gambar.
Terbagi dua jenis yaitu pensil biasa dan pensil mekanik
  1. Pensil biasa, pensil gambar ini dapat digolongkan menurut kekerasanya, yang dinyatakan oleh gambar huruf dan angka. Golongan tersebuat adalah kerassedang, dan lunak. untuk golongan keras diberi lambang 9H sampai dengan 4H, golongan sedang dari 3H sampai denagn B, dan golongan lunak dari 2B sampai dengan 7B.
  2. Pensil mekanik, dengan menggunakan pensil ini tidk perlu lagi untuk menajamkan, karena ukuranya tidak akan berobah. ukuran-ukuran yang ada ialah 0,3, 0,5, 0,7, dan 0,9 mm. dan kekerasanya dapat dipilih dari HB atau F, H, 2H, dan 3H. karena ukuranya kecil ini, penggunanya harus hati-hati agar tidak patah.
3. Kotak jangka
Terbagi tiga jenis jangka yaitu besal, menengah, dan kecil.
  1. Jangka besar digunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter 100 sampai 200 mm.
  2. Jangka menengah digunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter 20 sampai 100 mm.
  3. Jangka kecil digunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter 5 sampai 30 mm.
4. Penggaris
Terbagi empat jenis yaitu, penggaris T, segitiga, mal lengkung, dan mal bentuk.
  1. Penggaris-T, adalah terdiri dari sebuah kepala dan sebuah daun, penggaris ini mempunyai ukuran yang disesuaikan dengan ukuran meja gambar.
  2. Segitiga, penggaris ini memilki sepasang segitiga yaitu segitiga siku sama kaki ,dan sebuah segitiga siku 60 drajat. dengan berbagai macam ukuran harus tersedia dalam ruang gambar.
  3. Mal lengkung, adalah untuk menggambar garis-garis lengkung yang tidak dapat dibuat dengan jangka dipergunakan mal lengkung.
  4. Mal bentuk, untuk menggambar secara cepat dipergunakan mal-mal bentuk. seperti misalnya untuk menggambar lambang-lambang dalam bidang elektroteknik, gambar mur, dan lain sebagainya.
5. Papan dan meja gambar
Papan gambar harus mempunyai permukaan yag rata dan tepi yang lurus, dimana kepala dari penggaris-T digeser. papan gambar dibuat dari kayu pohon cemara, ukuranya harus disesuaikan dengan ukuran kertas yang kita gunakan.

6. Mesin gambar.
Mesin gambar adalah sebuah alat, yag menggantikan alat-alat  gambar lainya, seperti busur derajat, penggaris-T, segitiga dan ukuran. Sebuah mesin gambar dilengkapi dengan mekanisme gerak sejajar, yang terdiri dari 4 batang penghubung (link). Dengan alat ini dapat ditarik garis-garis sejajar, dan garis-garis tegak lurus dengan mudah.

MACAM GARIS Gambar Teknik

MACAM GARIS

Berikut ini merupakan macam-macam garis dan penggunaanya pada gambar teknik sesuai dengan standar ISO.
Dalam gambar teknik dipergunakan beberapa jenis garis, yang masing-masing mempunyai arti dan penggunaannya sendiri. Oleh karena itu penggunaannya harus sesuai dengan maksud dan tujuannya. Ada lima jenis garis gambar, yaitu:
  1. Garis Gambar: Untuk membuat batas dari bentuk suatu benda dalam gambar
  2. Garis Bayangan: Berupa garis putus-putus dengan ketebalan garis 1/2 tebal garis biasa. Garis ini digunakan untuk membuat batas sesuatu benda yang tidak tampak langsung oleh mata.
  3. Garis Hati: Berupa garis “ strip, titik, strip, titik “ dengan ketebalan garis 1/2 garis biasa. Garis ini misalnya digunakan untuk menunjukkan sumbu suatu benda yang digambar.
  4. Garis Ukuran: Berupa garis tipis dengan ketebalan 1 / 2 dari tebal garis biasa. Garis ini digunakan untuk menunjukkan ukuran suatu benda atau ruang. Garis ukuran terdiri dari garis petunjuk batas ukuran dan garis petunjuk ukuran. Garis petunjuk batas ukuran dibuat terpisah dari garis batas benda, dengan demikian maka tidak mengacaukan pembaca gambar. Sedang garis petunjuk ukuran dibuat dengan ujung pangkalnya diberi anak tanda panah tepat pada garis petunjuk batas ukuran. Semua gambar teknik yang dikehendaki dengan pemotongan, batas potongan harus digaris dengan garis potong ini.
  5. Garis Potong: Garis ini berupa garis “strip, titik,titik,strip” dengan ketebalan1/2 tebal garis biasa.
Jenis garis menurut tebalnya ada tiga macam, yaitu: garis tebal, garis sedang dan garis tipis. Ketiga jenis tebal garis ini menurut standar ISO memiliki perbandingan 1: 0,7 ; 0,5. Tebal garis dipilih sesuai besar kecilnya gambar, dan dipilih dari deretan tebal berikut: 0, 18; 0, 25; 0, 35; 0, 5; 0, 7; 1; 1 4; dan 2 mm. Karena kesukaran-kesukaran yang ada pada cara reproduksi tertentu, tebal 0, 18 sebaiknya jangan dipakai. Pada umumnya tebal garis adalah 0, 5 atau 0, 7.  

Teknik menggambar garis gores dan garis bertitik

Senin, 26 September 2016

Panduan Membuat Jaringan Peer to Peer di Windows 7, 8, 10 Dengan Wifi Adapter Laptop







Dari judul diatas sudah terbayang bukan, media transmisi apa yang akan saya gunakan. Ya, wireless atau sering disebut media tanpa kabel. Kita akan membuat sebuah jaringan peer to peer menggunakan perangkat wifi adapter yang umumnya sudah terintegrasi dengan laptop.

Biasanya jaringan peer to peer ini kita manfaatkan sebagai sarana sharing file maupun sumber daya lainnya. Kita bisa memanfaatkan fasilitas ad hoc yang sudah tersedia pada windows 7 untuk membuat sebuah jaringan peer to peer. Dengan catatan kedua laptop/komputer sudah tersedia wifi adapter.

Biasanya laptop-laptop jaman sekarang diproduksi sudah terintregrasi dengan wifi adapter tidak seperti komputer yang harus menambah perangkat wireless tambahan.


Berikut Cara Membuat Jaringan Ad Hoc untuk Peer to Peer

1. Buka Control Panel > Network and Internet > Network and Sharing Center. Atau juga bisa melalui klik kanan icon network di pojok bawah, lalu pilih Open Network and Sharing Center. Kemudian pilih Set up a new connection or network untuk mulai membuat jaringan baru.



2. Akan muncul jendela baru, pilih opsi yang paling bawah Set up a wireless ad hoc (computer-to-computer) network.




3. Kemudian klik Next untuk melanjutkan.



4. Pada bagian ini, kita diminta untuk mengisikan Nama dan password untuk jaringan yang akan dibuat nanti.

Jika Anda tidak ingin memproteksinya dengan password, pada bagian Security type pilih No Authentication (Open). Setelah itu klik Next untuk melanjutkan.



5. Sedang dalam proses dan tidak memerlukan waktu lama.



6. Selesai dan jaringan ad hoc pun siap untuk peer to peer.



7. Cek hasilnya dengan meng-klik network icon yang ada di pojok bawah. Akan terlihat jaringan baru dengan nama yang sudah kita buat tadi.



Bagaimna, mudah bukan? dengan memanfaatkan jaringan ad hoc yang sudah tersedia, kita sudah bisa menggunakan wifi adapter untuk membuat jaringan peer-to-peer. Semoga Anda langsung mempraktekan cara membuat jaringan peer to peer menggunakan wifi adapter. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Cara Setting Jaringan Komputer Peer to Peer di Windows 7

Dalam artikel kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara konfigurasi ip address jaringan peer to peer. Cara ini adalah cara yang paling sederhana dalam sebuah jaringan komputer yaitu hanya menghubungkan 2 komputer (peer to peer). Sebelum anda melakukan praktek ini, alat dan bahan yang harus disediakan adalah 2 buah unit komputer yang masing-masing komputer telah terpasang NIC (Network Interface Card). Kemudian kabel UTP yang telah dirangkai dalam susunan Crossover.

Berikut langkah-langkah setting IP jaringan peer to peer:
1. Sambungkan ujung kabel ke port NIC pada komputer 1 dan komputer 2.
2. Pastikan lampu indikator hijau menyala, yang menandakan instalasi berlangsung baik.
3. Klik Start lalu pilih contol panel.
 4. Pada icon Network & Internet pilih View Network and Status Task.

 
5. Akan muncul jendela Network and Sharing Centerlalu pilih Change Adapter Setting.


 6. Lalu akan muncul jendela Network Conection, kemudian klik kanan Local Area Conection lalu pilih   Properties.


7. Pada jendela Local Area Conection Properties, pilih Internet Protocol version 4 (TCP/IPV4), lalu klik tombol properties.


8. Aktifkan tombol Use the following IP address, lalu isilah IP Address yang sesuai dengan beserta subnet mask-nya (lihat gambar)Umumnya nilai subnet akan terisi otomatis olehWindows. Kosongkan kotak-kotak lainnya. Lalu tutup kotak dialog dengan mengklik tombol OK



Sampai disini anda telah berhasil melakukan konfigurasi IP Address jaringan peer to peer. Lakukan hal yang sama pada komputer 2 dengan memasukan IP address 192.168.0.2.
 
 
Memeriksa dan Mengevaluasi Sambungan LAN
Setelah konfigurasi alamat IP Address dilakukan, langkah selanjutnya adalah menguji koneksi LAN yang telah kita buat yaitu dengan memberikan perintah ping antarkomputer. Caranya, buka jendela Command Prompt, lalu ketik misalnya ping 192.168.0.2 pada komputer 1 lalu tekanEnter. Jika ada reply atau jawaban dari komputer 2 (192.168.0.2) berarti instalasi jaringan sudah berhasil. Pastikan jumlah data yang dikirim sama dengan jumlah data yang diterima.
Perhatikan contoh hasil ping berikut.
 

  
Selamat Mencoba Semoga Berhasil...Sukses!!

Sabtu, 17 September 2016

Kelas Maya

A. Pengertian Kelas Maya (Virtual Class)
Pengertian dari kelas virtual sendiri adalah kelas yang diadakan tanpa tatap muka secara langsung antara pengajar dan yang menerima bahan ajar. Kelas virtual berhubungan langsung dengan internet. Dimana pengajar menyediakan sebuah forum kepada para penerima bahan ajar dan melakukan diskusi seperti kegiatan belajar mengajar dikelas.
Kelas maya atau kelas virtual adalah sebuah lingkungan belajar  berbasis web yang :
•>  Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi khususnya jejaring pembelajaran sosial (social learning network) untuk pembelajaran dan manajemen kelas, dan
•>  Memuat konten-konten digital yang dapat diakses dan dipertukarkan dimana saja, dari mana saja, dan kapan saja.


1. Aktivitas sistem kelas maya
 Kegiatan belajar yang dilaksanakanoleh siswa secara umum dapat  digambarkan sebagai berikut:
•>  Siswa mengikuti kelas maya untuk mata pelajaran tertentu dengan jadwal tertentu 
•>  interaksi antara siswa dan guru dilakukan ditempat terpisah  dengan syarat waktu kelas tetap disepakati bersama oleh siswa dan guru
•>  Di bawah bimbingan guru, siswa mengikuti proses pembelajaran melalui kelas maya berbasis web(web virtual class).

2. Penerapan sistem kelas maya Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan kelas maya:
•>  Ketersediaan hardware dan software pendukung yang dibutuhkan,
•>  Tersedianya infrastruktur jaringan pendukung yang memadai, dan    
•>  Kebijakan pendukung pelaksanaan kelas maya.    
    Pengertian dari kelas virtual sendiri adalah kelas yang diadakan tanpa tatap muka secara langsung antara pengajar dan yang menerima bahan ajar. Kelas virtual berhubungan langsung dengan internet. Dimana pengajar menyediakan sebuah forum kepada para penerima bahan ajar dan melakukan diskusi seperti kegiatan belajar mengajar dikelas.
    Yang membedakan kelas virtual dengan kelas biasa sobat, yaitu adanya pembatasan berkomunikasi, karena jelas beda berdiskusi secara langsung dengan berdiskusi secara tidak langsung.
   Dalam kelas maya dapat diketahui kemajuan proses belajar, yang dapat dipantau baik oleh guru, siswa maupun orang tua. Selain digunakan untuk proses pendidikan jarak jauh, system tersebut juga dapat digunakan sebagai penunjang kelas tatap muka.




B. Jenis-jenis Pengelolaan Kelas Maya
     Pengelolaan kelas maya dapat dilakukan menggunakan berbagai aplikasi antara lain sebagai berikut :

1. Learning Management System
    LMS atau yang lebih dikenal dengan Learning Management System adalah suatu perangkat lunak atau software untuk keperluan administrasi, dokumentasi, laporan sebuah kegiatan, kegiatan belajar mengajar dan kegiatan secara online (terhubung ke internet), E-learning dan materi-materi pelatihan. Dan semua itu dilakukan dengan online.



2. Learning Content  Management System
    Aplikasi komputer yang digunakan untuk membuat, memperbaharui, mengelola atau mempublikasikan isi dalam sebuah sistem yang teroganisir dan konsiten yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet.. LCMS digunakan untuk menyediakan, mengawasi, memperinci dan mempublikasikan dokumen-dokumen spesifik seperti artikel, manual operator, manual teknis, panduan penjualan dan brosur penjualan. Sebuah LCMS dapat berisi file komputer, gambar, audio, video, dokemen elektronik dan isi website.


3. Social Learning Network (SLN)
    SLN adalah jejaring social untuk pembelajaran yang terjadi pada skala yang lebih luas daripada kelompok belajar. Menginggal skala sosialnya yang lebih besar, media ini bagi sebagian peserta dapat menyebabkan perubahan sikap dan perilaku, sedangkan bagi sebagian yang lain tidak menimbulkan dampak apa-apa.





C. Fitur Kelas Maya
   Fitur kelas maya sebagai berikut :
•>  Konten yang relevan dengan tujuan belajar.
•>  Menggunakan metode instruksional seperti contoh dan praktek untuk membantu belajar siswa.
•>  Menggunakan elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar.
•>  Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur (synchronous) ataupun belajar secara individu atau otodidak (asynchronous).
>  Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar



D. Manfaat Kelas Maya

->  Di dalam pelaksanaan ‘Virtual Classroom’ terdapat berbagai manfaat yang diperoleh oleh para pelajar. Pembelajaran yang berasaskan IT mendorong pelajar untuk meningkatkan pengetahuan dan prestasi mereka di dalam penggunaan teknologi yang terkini bagi mencapai matlamat mereka. Selain menambah ilmu mereka juga dapat menaik taraf penggunaan media di dalam kehidupan seharian mereka.
->  Selain dari itu, mode pelaksanaan kelas maya ini memerlukan pelajar untuk berinteraksi dan memberikan pendapat di dalam forum yang telah disediakan. Melalui forum ini pelajar akan mendapat maklumbalas dan seterusnya memberi respon yang sewajarnya bagi sesuatu topik yang dibincangkan. Melalui kaedah ini, pembelajaran, pemikiran kritis dan kreatif boleh berlaku dengan berkesan. Melalui interaktiviti juga seseorang pelajar akan mencari maklumat selanjutnya untuk memenuhi keperluan ingin tahunya dan membina pengetahuan baru mengenai sesuatu konsep dan kefahaman. Secara tidak langsung ia dapat menjadikan pelajar sebagai seorang yang berdikari dan peka terhadap pembelajaran yang dialaminya
->  mendorong pelajar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan teknologi
->  dapat melatih pelajar untuk berinteraksi dan memberikan pendapatnya
->  mendorong pelajar untuk lebih ingin tau
->  melatih pemikiran kreatif dan inovatif dengan menarik dan berkesan





E. Pemanfaatan pada jejaring sosial Edmondo


    Edmodo adalah program jejaring sosial untuk guru, siswa dan orang tua yang berbasis sekolah. Sebenarnya program jejearing sosial ini telah dikembangkan mulai September 2008 oleh Nicolas Borg dan Jeff O’Hara. Edmodo merupakan representasi institusi virtual yang berkantor pusat di San Mateo, California.

Kenapa harus Edmodo ?
Karena Edmodo merupakan jejaring sosial yang dapat diakses dimana saja asal ada internet, aplikasinya gratis, interfacenya mirip facebook(familiar dengan dunia anak saat ini),
Keunggulan Edmodo, antara lain menyediakan fasilitas yang mudah dan aman dalam mengembangkan kelas sesuai dengan keinginan, memberi kesempatan terjadinya pembelajaran sesuai karakteristik murid yang berbeda secara personal, dan menyediakan sarana komunikasi bagi guru,siswa dan orang tua/wali murid secara personal.

Keunggulan lainnya adalah Edmodo akan memudahkan guru, siswa dan orang tua dalam berbagai ide /gagasan, berbagi file, penugasan PR, penilaian, kuis/ulangan, polling, diskusi, mengingatkan tugas dll.
  
Namun kekurangan pada edmodo adalah yang pertama, Edmodo tidak terintegrasi dengan jenis sosial media apapun, seperti facebook, twitter atau google plus. Padahal pada saat sekarang ini, hampir setiap website terintegrasi dengan media sosial supaya penggunanya dapat berbagi (sharing), yang kedua “Languange” penggunaan bahasa program yang masih berbahasa inggris sehingga terkadang menyulitkan guru dan siswa, dan yan g ketiga Video Conference belum tersedia, hal ini cukup penting untuk berinteraksi dengan siswa jika guru tidak bisa hadir secara langsung di ruang kelas