Tampilkan postingan dengan label Teknik Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Listrik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Mei 2016

Contoh soal dan pembahasan Rangkaian seri RLC

KUMPULAN SOAL DAN PEMBAHASAN RANGKAIAN SERI RLC 

Sesuai dengan namanya, susunan seri RLC merupakan susunan yang terdiri dari sebuah resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang disusun secara seri dan dihubungkan dengan sumber tegangan. Karena terdiri dari tiga komponen, maka besar hambatan juga berasal dari ketiga komponen tersebut. Hambatan yang dihasilkan resistor disebut sebagai resistansi, hambatan yang dihasilkan oleh induktor biasa disebut reaktansi induktif yang disimbolkan dengan XL, sedangkan hambatan yang dihasilkan oleh kapasitor disebut raktansi kapasitif yang sering disimbolkan dengan XC. Besar hambatan gabungan yang dihasilkan dalam rangkain seri RLC disebut hambatan total atau impedansi.

Arus Bolak-balik Rangkaian Seri RLC

1. Resistor dengan hambatan 8 Ω, induktor dengan reaktansi induktif 22 Ω, dan sebuah kapasitor dengan reaktansi kapasitif 16 Ω dirangkai seri dan dihubungkan ke sumber arus bolak-balik dengan tegangan efektif 200 volt. Tentukanlah :

a. Sifat rangkaian
b. Hambatan total (impedansi)
c. Kuat arus
d. Tegangan pada R, L, dan C.
e. Faktor daya.

Berikut ini rumus umum dalam rangakain seri RLC :


Pembahasan

a. Sifat rangkaian

Berdasarkan konsep, terdapat tiga sifat rangakain seri RLC yang mungkin yaitu :
1. Konduktif jika XL < Xc.
2. Induktif jika XL > Xc.
3. Resistif jika XL = Xc.

Pada soal diketahui :
XL = 22 Ω dan Xc = 16 Ω.
⇒ XL > Xc → rangkaian bersifat induktif.

b. Hambatan Total (Impedansi)

Impedansi atau hambatan total merupakan jumlah hambatan yang dihasilkan oleh resistor, kapasitor, dan induktor yang dapat dihitung dengan rumus :
Z = √{R2 + ( XL - Xc)2}
⇒ Z = √{82 + ( 22 - 16)2}
⇒ Z = √(64 + 36)
⇒ Z = √100
⇒ Z = 10 Ω.

c. Kuat arus

V = I.Z
⇒ I = V/Z
⇒ I = 200/10
⇒ I = 20 A.

d. Tegangan pada masing-masing komponen

Pada resistor (VR)
VR = I.R
⇒ VR = 20 (8)
⇒ VR = 160 volt.

Pada induktor (VL)
VL = I.XL
⇒ VL = 20 (22)
⇒ VL = 440 volt.

Pada kapasitor (Vc)
Vc = I.Xc
⇒ VL = 20 (16)
⇒ VL = 320 volt.

e. Faktor daya

Faktor daya = cos θ = R/Z
⇒ cos θ = 8/10
⇒ cos θ = 0,8.


2. Suatu rangkaian seri RLC dengan R = 800 Ω , L = 8 H, dan C = 20 μF dihubungkan dengan sumber arus bolak-balik dengan tegangan V = 50√2 sin 50 t volt. Tentukanlah :

a. Reaktansi induktif
b. Reaktansi kapasitif
c. Impedanasi
d. Arus efektif sumber
e. Tegangan pada masing-masing komponen

Pembahasan

a. Reaktansi induktif

Dari V = 50√2 sin 50 t volt, diketahui ω = 50
XL = ω.L
⇒ XL = 50.(8)
⇒ XL = 400 Ω.

b. Reaktansi kapasitif

Diketahui C = 20 μF = 20 x 10-6 F.
Xc = 1/(ωC)
⇒ Xc = 1/(50.20 x 10-6)
⇒ Xc = 1000 Ω.

c. Impedansi

Z = √{R2 + ( XL - Xc)2}
⇒ Z = √{8002 + ( 400 - 1000)2}
⇒ Z = √(640.000 + 360.000)
⇒ Z = √(106)
⇒ Z = 1000 Ω.

d. Arus efektif sumber

Arus efektif merupakan hasil bagi tegangan efektif dengan impedansi. Karena yang diketahui pada soal adalah tegangan maksimum, maka kita cari terlebih dahulu tegangan efektifnya.
Vef = Vmax / √2
⇒ Vef = 50√2 / √2
⇒ Vef = 50 volt.
Ief = Vef / Z
⇒ Ief = 50 / 1000
⇒ Ief = 0,05 A
⇒ Ief = 50 mA.

e. Tegangan pada masing-masing komponen

Pada resistor (VR)
VR = I.R
⇒ VR = 0,05 (800)
⇒ VR = 40 volt.

Pada induktor (VL)
VL = I.XL
⇒ VL = 0,05 (400)
⇒ VL = 40 volt.

Pada kapasitor (Vc)
Vc = I.Xc
⇒ VL = 0,05 (1000)
⇒ VL = 50 volt.

3. Sebuah rangkaian seri RLC terdiri dari R = 80 Ω, L = 1 H, dan C = 1 μF. Jika rangkaian tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan ac dan terjadi resonansi, maka tentukanlah frekuensi resonansinya.

Pembahasan
fR = 1 / {2π √(LC)}
⇒ fR = 1 / {2π √(1.1 x 10-6)}
⇒ fR = 1 / (2π .10-3)
⇒ fR = 103 / 2π
⇒ fR = 500/π Hz.


4. Pada rangkaian seri RLC dengan R = 80 Ω, XL = 100 Ω, dan XC = 40 Ω, dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik dengan tegangan maksimum 120 volt, tentukanlah arus maksimum pada rangaian tersebut.

Pembahasan
Z = √{R2 + ( XL - Xc)2}
⇒ Z = √{802 + ( 100 - 40)2}
⇒ Z = √(6.400 + 3.600)
⇒ Z = √(104)
⇒ Z = 100 Ω.
Imax = Vmax/ Z
⇒ Imax = 120/ 100
⇒ Imax = 1,2 A.

5. Sebuah resistor 400 Ω, induktor 2 H, dan kapasitor 20 μF dirangkai secara seri serta dihubungkan dengan sumber tegangan 220 volt, 100 rad/s. Tentukanlah :

a. Reaktansi induktif
b. Reaktansi kapasitif
c. Sifat rangkaian
d. Impedansi
e. Arus efektif dalam rangkaian
f. Sudut fase antara tegangan dan arus
g. Tegangan pada masing-masing komponen

Pembahasan

a. Reaktansi induktif

Dik V = 220 volt, ω =100 rad/s, L = 2 H.
XL = ω.L
⇒ XL = 100.(2)
⇒ XL = 200 Ω.

b. Reaktansi kapasitif

Diketahui C = 20 μF = 20 x 10-6 F.
Xc = 1/(ωC)
⇒ Xc = 1/(100. 20 x 10-6)
⇒ Xc = 500 Ω.

c. Sifat rangkaian

Xc > XL
Jadi rangkaian bersifat kapasitif.

d. Impedansi
Z = √{R2 + ( XL - Xc)2}
⇒ Z = √{4002 + ( 200 - 500)2}
⇒ Z = √(160.000 + 900.000)
⇒ Z = √(250.000)
⇒ Z = 500 Ω.

e. Arus efektif

Arus efektif merupakan hasil bagi tegangan efektif dengan impedansi. Perhatikan bahwa pada soal tegangan dan frekuensi sudut tidak ditulis dalam satu persamaan, itu berarti tegangan yang diketahui adalah tegangan efektif.
Ief = Vef / Z
⇒ Ief = 220 / 500
⇒ Ief = 0,44 A
⇒ Ief = 440 mA.

f. Sudut fase

tan θ = (XL - XC)/ R
⇒ tan θ = (200 - 500)/400
⇒ tan θ = -300/400
⇒ tan θ =-3/4
⇒ θ = - 37o.

g. Tegangan pada masing-masing komponen

Pada resistor (VR)
VR = I.R
⇒ VR = 0,44 (400)
⇒ VR = 176 volt.

Pada induktor (VL)
VL = I.XL
⇒ VL = 0,44 (200)
⇒ VL = 88 volt.

Pada kapasitor (Vc)
Vc = I.Xc
⇒ VL = 0,44 (500)
⇒ VL = 220 volt.


6. Dari gambar rangkaian di bawah ini, tentukanlah besar tegangan maksimum yang dibutuhkan agar dihasilkan kuat arus maksimum sebesar 2 A.




Pembahasan
Z = √{R2 + ( XL - Xc)2}
⇒ Z = √{602 + ( 120 - 40)2}
⇒ Z = √(3600 + 6400)
⇒ Z = √10.000
⇒ Z = 100 Ω.

Vmax = Imax. Z
⇒ Vmax = 2 (100)
⇒ Vmax = 200 volt.


7. Suatu rangkaian seri RLC seperti terlihat pada gambar di bawah ini, tentukanlah :

a. Reaktansi induktif
b. Reaktansi kapasitif
c. Impedansi
d. Arus efektif sumber
e. Tegangan pada masing-masing komponen

Pembahasan

a. Reaktansi induktif

Dik V = 120 volt, L = 0,2 H ; f = 500/π Hz, ω = 2πf = 1000 rad/s.
XL = ω.L
⇒ XL = 1000.(0,2)
⇒ XL = 200 Ω.

b. Reaktansi kapasitif

Diketahui C = 1 μF = 10-6 F.
Xc = 1/(ωC)
⇒ Xc = 1/(1000. 10-6)
⇒ Xc = 1000 Ω.

c Impedansi

Z = √{R2 + ( XL - Xc)2}
⇒ Z = √{6002 + ( 200 - 1000)2}
⇒ Z = √(360.000 + 640.000)
⇒ Z = √(106)
⇒ Z = 1000 Ω.

d. Arus efektif sumber

Arus efektif merupakan hasil bagi tegangan efektif dengan impedansi.
Ief = Vef / Z
⇒ Ief = 120 / 1000
⇒ Ief = 0,12 A
⇒ Ief = 120 mA.

e. Tegangan pada masing-masing komponen

Pada resistor (VR)
VR = I.R
⇒ VR = 0,12 (600)
⇒ VR = 72 volt.

Pada induktor (VL)
VL = I.XL
⇒ VL = 0,12 (200)
⇒ VL = 24 volt.

Pada kapasitor (Vc)
Vc = I.Xc
⇒ VL = 0,12 (1000)
⇒ VL = 120 volt.


8. Suatu rangkaian seri RLC dengan R = 8 Ω , L = 32 mH, dan C = 800 μF dihubungkan dengan sumber arus bolak-balik dengan tegangan V = 120 sin (125 t) volt. Tentukanlah :

a. Reaktansi induktif
b. Reaktansi kapasitif
c. Impedansi
d. Arus maksimum sumber

Pembahasan

a. Reaktansi induktif

Dari V = 120 sin (125 t) volt, diketahui ω = 125; Vmax = 120 V.
XL = ω.L
⇒ XL = 125.(32. 10-3)
⇒ XL = 4 Ω.

b. Reaktansi kapasitif

Diketahui C = 800 μF = 8 x 10-4 F.
Xc = 1/(ωC)
⇒ Xc = 1/(125. 8 x 10-4)
⇒ Xc = 10 Ω.

c. Impedansi

Z = √{R2 + ( XL - Xc)2}
⇒ Z = √{82 + ( 4 - 10)2}
⇒ Z = √(64 + 36)
⇒ Z = √100
⇒ Z = 10 Ω.

d. Arus maksimum

Arus maksimum merupakan hasil bagi tegangan maksimum dengan impedansi.
Imax = Vmax / Z
⇒ Imax = 120 / 10
⇒ Imax = 12 A

9. Resistansi, reaktansi induktif, dan reaktansi konduktif dalam suatu rangkaian seri RLC berturut-turut adalah 50 Ω, 150 Ω, dan 30 Ω. Tegangan sumbernya adalah 130 volt, tentukanlah daya yang diserap rangkaian.

Pembahasan

Z = √{R2 + ( XL - Xc)2}
⇒ Z = √{502 + ( 150 - 30)2}
⇒ Z = √(502 + (-120)2)
⇒ Z = 130 Ω
I = V/Z
⇒ I = 130/130
⇒ I = 1 A.
P = I2 R
⇒ P = 1 (50)
⇒ P = 50 Watt.

10. Tegangan yang terukur pada resistor, induktor, dan kapasitor pada rangkaian seri RLC masing-masin adalah 20 V, 30V, dan 50 V. Jika arus yang mengalir dalam rangkaian 2,5 A, maka tentukanlah faktor dayanya.

Pembahasan

V = √{VR2 + ( VL - Vc)2}
⇒ V = √{202 + ( 30 - 50)2}
⇒ V = √800
⇒ V = √(400 . 2)
⇒ V = 20√2 Ω
Faktor daya = cos θ
⇒ cos θ = VR/V
⇒ cos θ = 20/(20√2)
⇒ cos θ = ½√2.



Jumat, 26 Februari 2016

Pengisian dan Pengosongan Kapasitor

PENGISIAN KAPASITOR

Pada saat pengisian kapasitor diperlukan sebuah sumber tegangan konstan (Vin) yang digunakan untuk menyuplai muatan ke kapasitor dan sebuah resistor yang digunakan untuk mengatur konstanta waktu pengisian (τ) serta membatasi arus pengisian.

Pada rangkaian pengisian kapasitor disamping, saat saklar (S) ditutup maka akan ada arus yang mengalir dari sumber tegangan (Vin) menuju ke kapasitor. Besarnya arus ini tidak tetap karena adanya bahan dielektrik pada kapasitor. Arus pengisian akan menurun seiring dengan meningkatnya jumlah muatan pada kapasitor, dimana Vc≈Vin saat i=0.

Secara umum, rumus pengisian kapasitor untuk tegangan dan arus dapat dinyatakan seperti berikut :

  • tegangan kapasitor saat t detik

    apabila sebelum pengisian tidak terdapat adanya tegangan awal pada kapasitor, Vc(0)=0V, maka persamaan diatas menjadi :
  • arus pengisian setelah t detik
Apabila digambarkan dalam grafik maka tegangan dan arus pada pengisian kapasitor akan membentuk grafik eksponensial seperti berikut.


Berdasarkan rumus pengisian kapasitor untuk tegangan, bisa didapat pula hubungan antara waktu pengisian terhadap persentase tegangan pada kapasitor yang dinyatakan dalam tabel berikut

tVc
00
0,7RC50%
RC63%
2RC86,5%
3RC95%
4RC98,2%
5RC99%

Contoh soal :
Berdasarkan pada rangkaian pengisian kapasitor diatas, dimana :
tegangan pengisian (Vin) = 12 V
hambatan (R) = 5 kΩ
kapasitor (C) = 100 μF
Tentukan :
a. Konstanta waktu pengisian (τ)
b. Arus awal yang mengalir pada rangkaian (io)
c. Tegangan dan arus kapasitor (Vc) setelah saklar ditutup selama 10 ms
d. Waktu pengisian yang dibutuhkan agar tegangan kapasitor (Vc) terisi 50%nya
e. Waktu pengisian yang dibutuhkan agar tegangan kapasitor (Vc) = 10V

Penyelesaian :


  1. Konstanta waktu pengisian (τ)
  2. τ = RC = (5 kΩ)(100 μF) = 0.5 s
  3. Arus awal yang mengalir pada rangkaian (io)
  4. Tegangan pada kapasitor saat saklar ditutup selama 10 ms


  5. Waktu pengisian yang dibutuhkan agar tegangan kapasitor (Vc) terisi 50%nya
  6. Dari tabel hubungan antara waktu pengisian terhadap persentase tegangan pada kapasitor dapat diketahui bahwa tegangan pada kapasitor akan terisi 50% saat t=0,7RC, yaitu :
    t = 0,7(5kΩ)(100μF) = 0,35s = 350ms
    Atau dengan cara lain,
    tegangan pada kapasitor terisi 50% ≈ 12V/2 ≈ 6V


  7. Waktu pengisian yang dibutuhkan agar tegangan kapasitor (Vc) = 10V

PENGOSONGAN KAPASITOR

Berlanjut dari artikel diatas, kali ini akan dibahas mengenai pengosongan kapasitor. Saat kapasitor sudah terisi oleh sebagian atau penuh muatan listrik maka kapasitor tersebut dapat dikosongkan dengan cara menghubungkan saklar (S) pada ground. Akibatnya tegangan kapasitor dan arus akan berkurang secara eksponensial sampai nol.


Lamanya proses pengosongan kapasitor ini juga ditentukan oleh nilai R-C yang dipakai pada rangkaian. Berikut adalah rumus umum untuk pengosongan kapasitor

  • tegangan kapasitor saat dikosongkan selama t detik, VC(t)

  • Vs adalah tegangan kapasitor sebelum dikosongkan. Vs akan bernilai sama dengan tegangan input pengisi kapasitor apabila kapasitor diisi sampai penuh (fully charged).
  • arus pengosongan setelah t detik
Apabila digambarkan dalam grafik maka tegangan dan arus pada pengosongan kapasitor akan membentuk grafik eksponensial seperti berikut.

Untuk tabel hubungan antara waktu pengosongan terhadap persentase tegangan pada kapasitor dinyatakan dalam tabel berikut.
tVc
099%
RC37%
2RC14%
3RC5%
4RC2%
5RC1%

Contoh soal :
Berdasarkan pada rangkaian pengosongan kapasitor diatas, diketahui bahwa :
tegangan awal pada kapasitor (VS) = 12V
hambatan (R) = 5 kΩ
kapasitor (C) = 100 μF
Tentukan :
a. Konstanta waktu pengosongan (τ)
b. Tegangan dan arus kapasitor saat setelah dikosongkan selama 10 ms
c. Waktu pengosongan yang dibutuhkan agar tegangan kapasitor (Vc) terisi 50%nya
d. Waktu pengosongan yang dibutuhkan agar tegangan kapasitor (Vc) = 0,12V
Penyelesaian :
  1. Konstanta waktu pengosongan (τ)
  2. Konstanta waktu pengosongan = Konstanta waktu pengisian = τ
    τ = RC = (5 kΩ)(100 μF) = 0.5 s
  3. Tegangan dan arus kapasitor saat setelah dikosongkan selama 10 ms
  4. Waktu pengosongan yang dibutuhkan agar tegangan kapasitor (Vc) terisi 50%nya
  5. Waktu pengosongan yang dibutuhkan agar tegangan kapasitor (Vc) = 0,12V

Rangkaian Seri dan Paralel Induktor serta Cara Menghitungnya

Seperti halnya Komponen Pasif lainnya (Kapasitor dan Resistor), Induktor atau Coil juga dapat dirangkai secara seri dan paralel untuk mendapatkan nilai Induktansi yang diinginkan. Induktor adalah komponen pasif elektronika yang terdiri lilitan kawat dan mampu menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melewatinya. Kemampuan penyimpanan energi pada medan magnet ini disebut dengan Induktansi dengan satuan unitnya Henry yang dilambangkan dengan huruf “H”.
Perlu diketahui bahwa tidak semua nilai Induktansi diproduksi secara massal oleh produsen. Oleh karena itu, untuk mendapatkan nilai induktansi yang diinginkan kita dapat merangkai dua atau lebih induktor secara seri maupun paralel.

Rangkaian Seri Induktor

Rangkaian Seri Induktor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 atau lebih induktor yang disusun sejajar atau berbentuk seri. Rangkaian Seri Induktor ini menghasilkan nilai Induktansi yang merupakan penjumlahan dari semua Induktor yang dirangkai secara seri ini.Rangkaian Seri Induktor dan Rumusnya

Rumus Rangkaian Seri Induktor

Rumus Rangkaian Seri Induktor adalah sebagai berikut :

Ltotal = L1 + L2 + L3 + ….. + Ln
Dimana :
Ltotal = Total Nilai Induktor
L1 = Induktor ke-1
L2 = Induktor ke-2
L3 = Induktor ke-3
Ln = Induktor ke-n

Contoh Kasus Rangkaian Seri Induktor

Berdasarkan gambar contoh rangkaian Seri Induktor diatas, diketahui bahwa nilai Induktor :
L1 = 100nH
L2 = 470nH
L3 = 30nH
Ltotal= ?
Penyelesaiannya
Ltotal = L1 + L2 + L3
Ltotal = 100nH + 470nH + 30nH
Ltotal = 600nH

Rangkaian Paralel Induktor

Rangkaian Paralel Induktor adalah sebuah rangkaian yang terdiri 2 atau lebih Induktor yang dirangkai secara berderet atau berbentuk Paralel.
Rangkaian Seri dan Paralel Induktor

Rumus Rangkaian Paralel Induktor

Rumus Rangkaian Paralel Induktor adalah sebagai berikut :

1/Ltotal = 1/L1 + 1/L2 + 1/L3 + ….. + 1/Ln
Dimana :
Ltotal = Total Nilai Induktor
L1 = Induktor ke-1
L2 = Induktor ke-2
L3 = Induktor ke-3
Ln = Induktor ke-n

Contoh Kasus Perhitungan Rangkaian Paralel

Berdasarkan gambar contoh rangkaian Paralel Induktor diatas, diketahui bahwa nilai Induktor :
L1 = 100nH
L2 = 300nH
L3 = 30nH
Ltotal= ?
Penyelesaiannya
1/Ltotal = 1/L1 + 1/L2 + 1/L3 
1/Ltotal = 1/100nH + 1/300nH + 1/30nH
1/Ltotal = 3/300 + 1/300 + 10/300
1/Ltotal = 14/300
1/Ltotal = 14 x L = 1 x 300 (hasil kali silang)
1/Ltotal = 300/14
1/Ltotal = 21,428nH

Apa itu ESR dan EPR ?

Kapasitor yang ideal hanya memiliki nilai Kapasitansi, tapi pada kenyataanya juga memiliki nilai Induktansi dan Resistansi. Kita akan mengabaikan Induktansi,dan kita akan berkonsentrasi pada Resistansi yang akan diringkas menjadi 2 :



1.      Equivalent Series Resistance (ESR). = Nilai tahanan seri pada kapasitor, satuannya Ohm.
2.      Equivalent Parallel Resistance (EPR). = Nilai tahanan paralel pada kapasitor, satuannya Ohm.

EPR menyebabkan kebocoran arus yang mengakibatkan panas pada kapasitor, dengan kata lain jika tahanan ini cukup tinggi maka kebocoran arus akan rendah.. Jika EPR turun, kebocoran akan meningkat. Ini bukan kerusakan umum pada Kapasitor, kecuali short dan EPR dropmendekati 0..
   ESR juga dapat menyebabkan Kapasitor panas sebagai akibat dari ripple arus dalam proses charges dan discharges pada Kapasitor. Parameter ESR menjadi spesifikasi yang lebih relevan dikarenakan Kapasitor yang diproduksi fisiknya semakin kecil (yangmenyebabkan ESR meningkat) dan ripple arus yang lebih tinggi pada SMPS.


SMPS bekerja pada frekwensi yang lebih tinggi dari rangkaian utama dan ini berarti dibutuhkan nilai kapasitansi yang lebih kecil, tapi ini juga berarti nilai ESR yang lebih tinggi dan lebih panas. Dan juga, secara fisik kapasitor diproduksi semakin lama semakin kecil, dan ini juga berarti peningkatan nilai ESR. Kapasitor yang panas akan cenderung menguap dan mengering dan menyebabkan meningkatnya nilai ESR. Ini akan menjadi sebuah reaksi berantai yang akan merusak Kapasitor.     Dengan memahami konsep ini, sekarang kita akan mengetes kapasitor. Berdasarkan intuisi, yang pertama kali yang ingin kita cek adalah nilai kapasitansi, tapi ini tidak penting karena mengukur ESR dapat memberikan indikasi yang lebih baik tentang kondisi sebuah Kapasitor, dan hal ini lebih mudah dilakukan karena diukur pada sirkuit. Jika Elko mulai mengering, ESR akan meningkat.  Sebuah Kapasitor dengan nilai kapasitansi yang benar tapi dengan ESR tinggi yang tidak normal akan sangat beresiko mengalami kerusakan, karena ESR yang tinggi akan mengakibatkan panas yang berlebih yang akan merusak kapasitor. Jika kapasitor telah kehilangan sebagian nilai kapasitansinya, normalnya ESR akan meningkat oleh banyak faktor.Jadi sekarang setidaknya jangan disamakan lagi antara Kapasitans Meter dengan ESR Meter.Yang diukur menggunakan Kapasitans Meter adalah nilai Kapasitansi.Dan yang diukur menggunakan ESR Meter adalah nilai Tahanan Seri.Semoga tidak terulang lagi kasus mau beli ESR Meter tapi yang didapat Kapasitans Meter.

Kapasitor ( kondensator )

Kondensator (kapasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi didalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Jadi, sebuah kapasitor berlainan dengan seuah accu yang dapat menyimpan energi listrik, tetap dengan disertai reaksi kimia. Pada dasarnya, sebuah kapasitor itu terdiri dari dua konduktor yang disekat oleh sebuah nonkonduktor. Kapasitor merupakan elemen penting dalam peralatan listrik dan elektronika modern, terutama dalam radio, televisi, dan peralatan komunikasi. Misalnya pesawat televisi mempunyai lebih dari 80 buah kapasitor. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut.
Kemampuan kapasitor untuk menyimpan energi listrik disebut kapasitas kapasitor dan satuanya dinyatakan dalam farad. 1 farad adalah kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan listrik 1 coulomb apabila diberi tegangan 1 volt.
Pada dasarnya sebuah kapasitor terdiri dari dua konduktor yang disekat oleh sebuah nonkonduktor. Kedua konduktor disebut elektroda dan nonkonduktor disebut dielektrikum.
Jumlah muatan per unit tegangan yang dapat disimpan oleh sebuah kondensator disebut dengan kapasitansi dan dilambangkan dengan C. Kapasitansi ditentukan dengan rumus sebagi berikut :
Keterangan :
C = kapasitansi
q = muatan
     V = tegangan

Simbol Kondensator
Simbol kondensator berdasarkan kutubnya dibagi dua, yaitu kondensator yang mempunyai kutub positif dan negatif, serta kondensator yang tidak mernpunyai kutub.
Lambang kondensator (mempunyai kutub positif dan negatif)
Lambang kapasitor ( tidak mempunyai kutub)

pr22Simbol untuk kondensator elektrolit pada skema elektronika sebagai berikut.
Simbol jenis kondensator yang kapasitasnya dapat diubah‑ubah sebagai berikut.
Simbol kondensator variable
Simbol kondensator trimmer

Konstruksi Induktor

Sebuah induktor biasanya dikonstruksi sebagai sebuah lilitan dari bahan penghantar, biasanya kawat tembaga, digulung pada inti magnet berupa udara atau bahan feromagnetik. Bahan inti yang mempunyai permeabilitas magnet yang lebih tinggi dari udara meningkatkan medan magnet dan menjaganya tetap dekat pada induktor, sehingga meningkatkan induktansi induktor. Induktor frekuensi rendah dibuat dengan menggunakan baja laminasi untuk menekan arus eddy. Ferit lunak biasanya digunakan sebagai inti pada induktor frekuensi tingi, dikarenakan ferit tidak menyebabkan kerugian daya pada frekuensi tinggi seperti pada inti besi. Ini dikarenakan ferit mempunyai lengkung histeresis yang sempit dan resistivitasnya yang tinggi mencegah arus eddy. Induktor dibuat dengan berbagai bentuk. Sebagian besar dikonstruksi dengan menggulung kawat tembaga email disekitar bahan inti dengan kaki-kali kawat terlukts keluar. Beberapa jenis menutup penuh gulungan kawat didalam material inti, dinamakan induktor terselubungi. Beberapa induktor mempunyai inti yang dapat diubah letaknya, yang memungkinkan pengubahan induktansi. Induktor yang digunakan untuk menahan frekuensi sangat tinggi biasanya dibuat dengan melilitkan tabung atau manik-manik ferit pada kabel transmisi.
Induktor kecil dapat dicetak langsung pada papan rangkaian cetak dengan membuat jalur tembaga berbentuk spiral. Beberapa induktor dapat dibentuk pada rangkaian terintegrasi menhan menggunakan inti planar. Tetapi bentuknya yang kecil membatasi induktansi. Dan girator dapat menjadi pilihan alternatif.




Pada gambar diatas diperlihatkan kumparan dengan inti EI, disebut E dan I karena bentuk inti menyerupai huruf E dan I. Kunstruksi ini digunakan untuk transformator. Inti bisa dari ferit, untuk transformator dengan frekuensi kerja tinggi. Inti terbuat dari „plat dinamo‟ digunakan untuk transformator berfrekuensi rendah. Kumparan untuk membelokkan sinar pada CRT dengan inti dari ferit berbentuk menurut bentuk tabung CRT. Untuk keperluan rangkaian elektronik,seperti pada penerima radio, digunakan induktansi dengan bentuk-bentuk tertentu. Pada Gambar 1.141 menampilkan bentuk-bentuk induktasi tersebut. Untuk identifikasi dapat berupa kode warna seperti pada resistor, kode angka atau tertulis secara jelas pada badan induktansi.
Ampermeter menunjukkan arus rangkaian, yang dalam hal ini juga arus induktor, menunjukkan harga tertentu yang konstan, dan Voltmeter pada induktor menunjukkan harga mendekati 0 Volt. Ini menunjukkan perubahan rate arus (di/dt) sama dengan nol,karena arusnya stabil. Dari sifat ini dalam aplikasinya induktor digunakan pula untuk filter pada tape mobil, yang disambung seri antara baterai dengan tape mobil. Induktor akan melalukan tegangan DC dan menghadang tegangan AC yang timbul dalam kendaraan.


Induktansi bersama ( mutual inductance )

Apabila dua kumparan saling berdekatan, seperti pada gambar diatas, maka sebuah arus tetap I di dalam sebuah kumparan akan menghasilkan sebuah fluks magnetik Φ yang mengitari kumparan lainnya, dan menginduksi ggl pada kumparan tersebut. Menurut Hukum Faraday, besar ggl ε2 yang diinduksi ke kumparan tersebut berbanding lurus dengan laju perubahan fluks yang melewatinya. Karena fluks berbanding lurus dengan kumparan 1, maka ε2 harus sebanding dengan laju perubahan arus pada kumparan 1, dapat dinyatakan :
\varepsilon _{2}=-M\frac{\Delta I_{1}}{\Delta t}
Dengan M adalah konstanta pembanding yang disebut induktansi bersama. Nilai M tergantung pada ukuran kumparan, jumlah lilitan, dan jarak pisahnya. Induktansi bersama mempunyai satuan henry (H), untuk mengenang fisikawan asal AS, Joseph Henry (1797 – 1878). Pada situasi yang berbeda, jika perubahan arus kumparan 2 menginduksi ggl pada kumparan 1, maka konstanta pembanding akan bernilai sama, yaitu :
\varepsilon _{1}=-M\frac{\Delta I_{2}}{\Delta t}
Induktansi bersama diterapkan dalam transformator, dengan memaksimalkan hubungan antara kumparan primer dan sekunder sehingga hampir seluruh garis fluks melewati kedua kumparan tersebut. Alat pemacu jantung, untuk menjaga kestabilan aliran darah pada jantung pasien merupakan salah satu contoh alat yang menerapkan induktansi bersama.

Kamis, 25 Februari 2016

Apakah sama emf dan EMF ??

Pada silabus atau materi ajar tentang Teknik Listrik pada bahasan tentang elektromagnetic terdapat sedikit kekeliruan yang cukup membingungkan. Pada silabus ada materi tentang Menentukan arah relative electromagnetic force (e.m.f.) dengan asas tangan kanan Fleming.

Dalam  membaca-baca tentang medan magnet atau mesin listrik baik mesin DC maupun mesin AC kita sering menjumpai tulisan berupa emf  dan EMF. Sebenarnya apa sih emf itu dan juga EMF, apakah cuma beda bentuk tulisannya saja atau memang ada arti lain yang berbeda antara emf dan EMF?

dari beberapa sumber ditemukan bahwa ternyata emf adalah singkatan dari electromotive force atau dalam istilah bahasa Indonesia sering disebut sebagai ggl (gerak gaya listrik). Oleh karena itu sebenarnya emf adalah yang menyebabkan elektron dan ion-ion bisa mengalir (bisa menyebabkan adanya arus listrik).
Berikut keterangan dari wikipedia : Klik Disini

Sedangkan,

EMF adalah singkatan dari electromagnetic field atau medan elektromagnetik, merupakan medan magnet yang dihasilkan oleh benda-benda bermuatan listrik. EMF akan mempengaruhi perilaku benda yang dikenakan di sekitar medan. intinya emf dan EMF adalah BERBEDA, 

Induksi Elektromagnetik - Teknik Listrik Semester 2

MATERI INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

FLUKS MAGNETIK

Adalah medan magnet yang menembus suatu permukaan.

Φ = B . A . cos θ

Keterangan:
Φ = fluks magnet (Wb)
B = induksi magnetik (T)
A = luas permukaan (m2)
θ = sudut antara induksi magnetik dengan garis normal. 

HUKUM FARADAY


Bunyi Hukum Faraday
Konsep gaya gerak listrik pertama kali dikemukakan oleh Michael Faraday, yang melakukan penelitian untuk menentukan faktor yang memengaruhi besarnya ggl yang diinduksi. Dia menemukan bahwa induksi sangat bergantung pada waktu, yaitu semakin cepat terjadinya perubahan medan magnetik, ggl yang diinduksi semakin besar. Di sisi lain, ggl tidak sebanding dengan laju perubahan medan magnetik B, tetapi sebanding dengan laju perubahan fluks magnetik, ΦB, yang bergerak melintasi loop seluas A, yang secara matematis fluks magnetik tersebut dinyatakan sebagai berikut:
Φ = B.A cos θ 
Hukum Induksi Faraday, berbunyi:
“gaya gerak listrik (ggl) induksi yang timbul antara ujung-ujung suatu loop penghantar berbanding lurus dengan laju perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh loop penghantar tersebut”.

Keterangan:
ɛ = ggl induksi (Volt).
N = banyak lilitan.
Δt = selang waktu.
ΔΦ = Φ2 – Φ1 = perubahan fluks magnet.


GGL INDUKSI KAWAT LURUS DALAM MEDAN MAGNET

ɛ = B . L . v sin θ

Dengan L = panjang kawat, v = kecepatan kawat, dan θ = sudut antara B dengan v.


GGL INDUKSI GENERATOR

ɛ = N . B . A . ω sin ωt

Dengan A = luas penampang kumparan dan ω = frekuensi sudut putaran.

TRANSFORMATOR

Trasformator adalah alat untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik


Keterangan:
VP = tegangan primer
VS = tegangan sekunder
NP = banyak lilitan primer
NS = banyak lilitan sekunder
iS = arus sekunder
iP = arus primer


RANGKAIAN ARUS BOLAK BALIK


ARUS EFEKTIF DAN TEGANGAN EFEKTIF




Keterangan:
ief = arus efektif (A)
im = arus maksimum (A)
Vef = tegangan efektif (Volt)
Vm = tegangan maksimum.

RANGKAIAN SERI R, L, C

Keterangan:
Vm = tegangan maksimum (Volt)
Z = impedensi (Ω)
R = hambatan (Ω)
XL = ω . L = reaktansi induktif (Ω)
REAKTANSI KAPASITIF
f = frekuensi resonansi
L = induktansi diri (Henry)
C = kapasitas kapasitor (F)


Energi Potensial Pada Kumparan

Besarnya energi yang tersimpan pada sebuah kumparan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sbb:


W = Besarnya energi atau usaha .............. (Joule) 
L = Induktansi Induktor .......................... (Henry)
I = Kuat Arus Listrik ............................. (ampere)


CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

Contoh soal hukum Faraday dan pembahasan

Nomor 1
Sebuah magnet batang digerakkan menjauhi kumparan yang terdiri atas 600 lilitan. Fluks magnetik yang memotong berkurang dari 9.10-5 weber menjadi 4.10-5 weber dalam selang waktu 0,015 sekon. Besar GGL induksi yang terjadi antara kedua ujung kumparan adalah....
A.2 volt
B.3 volt
C.4 volt
D.5 volt
E.6 volt

Nomor 2
Sebuah kumparan menembus medan magnet homogen secara tegak lurus sehingga terjadi GGL induksi. Jika kumparan diganti dengan kumparan lain yang mempunyai lilitan 2 kali jumlah lilitan kumparan semula dan laju perubahan fluksnya tetap, maka perbandingan GGL induksi mula-mula dan akhir adalah...
A.1 : 1
B.1 : 2
C.2 : 1
D.3 : 1
E.3 : 2
Nomor 3
sepotong kawat menembus medan magnet homogen secara tegak lurus dengan laju perubahan fluks 3 Wb. Jika laju perubahan fluks diperbesar menjadi 6 Wb, maka perbandingan GGL induksi sebelum dan sesudah laju perubahan fluksnya adalah...
A.1 : 2
B.1 : 4
C.2 : 1
D.3 : 4
E.4 : 1
Nomor 4
Kawat PQ panjang 50 cm digerakkan tegak lurus sepanjang kawat AB memotong medan magnetik serba sama 0,02 Tesla seperti pada gambar. 
Besar dan arah arus induksi pada kawat PQ adalah....
A.1 ampere dari P ke Q
B.1 ampere dari Q ke P
C.4 ampere dari P ke Q
D.4 ampere dari Q ke P
E.4,8 ampere dari P ke Q

Pembahasan:
Diketahui:
L = 50 cm = 0,5 m
B = 0,02 T
v = 2 m/s
R = 0,02 Ω
θ = 90o
(tegak lurus)
Ditanya: i = ...
Jawab:
a.Terlebih dahulu hitung GGL induksi.
ɛ = B . L . v sin θ
ɛ = 0,02 T . 0,5 m . 2 m/s sin 90o

ɛ = 0,02 Volt
b.Menghitung i (gunakan hukum Ohm).
I = V / R = 0,02 V / 0,02 Ω = 1 Ampere
Untuk menentukan arah arus gunakan kaidah tangan kanan.
Arus listrik dari P ke Q
Jawaban: A

Contoh soal trafo dan pembahasan

Perhatikan tabel pengukuran tegangan dan arus dari sebuah transformator ideal berikut.

VP         IP            NP        VS        IS                 NS
200 V    3 mA      P           Q        75 mA         40

Berdasarkan data tabel di atas, nilai P dan Q adalah...
A.P = 1000 lilitan dan Q = 8 volt
B.P = 75 lilitan dan Q = 8 volt
C.P = 600 lilitan dan Q = 200 volt
D.P = 1000 dan Q = 25 volt
E.P = 8 lilitan dan Q = 600 volt

Contoh soal ggl induksi generator dan pembahasan

Data spesifik dua buah generator tertera dalam tabel dibawah ini.

Generator            Jumlah lilitan          Induksi magnetik
A                        1.200                    0,05 T
B                         6.000                    0,03 T

Jika generator berputar dengan frekuensi sama, maka perbandingan ggl maksimum generator A dan B adalah...
A.5 : 3
B.5 : 1
C.1 : 2
D.1 : 3
E.1 : 5


Contoh soal rangkaian RLC dan pembahasan

Nomor 1
Perhatikan gambar rangkaian RLC berikut ini. 
Kuat arus maksimum dari rangkaian adalah...
A. 1,3 A
B. 1,5 A
C. 2,0 A
D. 2,4 A
E. 2 √2 A
Nomor 2
Perhatikan gambar rangkaian RLC berikut. 
Besar impedansi pada rangkaian tersebut adalah....
A.1600 Ω
B.1500 Ω
C.1300 Ω
D.800 Ω
E.600 Ω

Nomor 3
Perhatikan gambar berikut! 
Nilai arus efektif dalam rangkaian adalah....
A.0,05√2 A
B.0,5√2 A
C.0,01 A
D.0,1 A
E.1 A 

Bila saklar S ditutup, beda potensial antara titik A dan B adalah....
A.8 V
B.10 V
C.24 V
D.48 V
E.96 V
Nomor 4
Rangkaian RLC seri dirangkai seperti gambar!